23 Mei 2022

PEKAN VI PASKAH – SENIN


Roh Kudus menjadikan kita baru dalam pembaptisan
Pembacaan dari uraian Didimus dari Aleksandria tentang Tritunggal

 

Sebagai Allah, Roh Kudus bersama dengan Bapa dan Putra, menjadikan kita baru dalam permandian.  Ia membawa kita dari keburukan kembali kepada keindahan semula, dan memenuhi kita dengan rahmat-Nya, hingga kita tidak lagi mempunyai selera untuk hal-hal yang tidak layak dicinta.  Dia membebaskan kita dari dosa dan kematian; dari dasar jasmani, dibuat dari debu dan abu, kita dijadikan rohani, ikut dalam kemuliaan ilahi, putra dan ahli waris Tuhan dan Bapa kita, dibentuk menurut gambar Putra, bersama ahli waris dan saudara-saudara-Nya, yang akan ikut memerintah dan mulia bersama Dia.  Ganti bumi kita diberi surga, dan dalam kemurahan-Nya kita diberi Firdaus.  Kita sudah diberi kehormatan lebih besar daripada para malaikat, dan dalam air kolam ilahi dipadamkan-Nya api neraka ngeri yang tak terpadamkan.

Manusia dua kali dikandung, pertama dalam badan, kedua dalam Roh Allah.  Para pengarang suci menulis limpah tentang hal ini.  Saya akan menyebut nama mereka dan menggariskan ajaran masing-masing.

Yohanes: “Semua orang yang menerima Dia, diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.” Ia berkata, bahwa semua yang percaya akan Kristus menerima kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu dari Roh Kudus, dan masuk dalam keluarga Allah.  Untuk mengajar kita, bahwa Allah mengandung kita dalam Roh Kudus, Santo Yohanes menambahkan kata-kata Kristus ini, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah.”

Dengan cara yang dapat dilihat, kolam melahirkan tubuh jasmani kita dalam pelayanan para imam; dan secara rohani dengan pelayanan para malaikat, Roh Allah, yang tidak dapat dilihat oleh pemikiran manapun juga, mempermandikan jiwa kita dan tubuh kita dalam kesatuan dengan diri-Nya, dan Ia memberi mereka kelahiran baru.

Apabila Pembaptis berkata, “Ia akan mempermandikan kamu dalam Roh Kudus dan api”, ia berbicara secara harafiah, tetapi juga sesuai dengan kata-kata ‘dari air dan Roh’. Bejana manusia, yang dibuat dari tanah, perlu dibersihkan dalam air lebih dahulu, kemudian seluruhnya dikeraskan dalam api rohani.  “Allah adalah api yang melebur” dan akhirnya harus disiapkan dan dibarui oleh Roh Kudus.  Sebab api Roh mampu juga untuk membasuhnya, dan air dapat membakarnya lagi dalam perapian.