Gedono
25 Mei 2022

Peringatan Santo Beda Venerabilis


Aku rindu memandang Kristus
Pembacaan dari surat Cutbert pada hari kematian Santo Beda Venerabilis

 

Pada hari selasa sebelum Pesta Kenaikan Tuhan, nafas Beda menjadi sulit dan kakinya tampak membengkak, namun ia memberi kami pelajaran sepanjang hari dan dengan penuh semangat mendiktekannya.  Ada kalimat yang sering diulang-ulangnya yaitu: “Pelajarilah pelajaranmu dengan cepat, sebab aku tidak tahu berapa lama lagi aku ada bersamamu dan aku juga tidak tahu kapan Penciptaku akan mengambil aku dari antaramu.”  Bagaimanapun dari pernyataan ini kami melihat bahwa sesungguhnya dia tahu dengan baik bahwa hari kematiannya sudah dekat, sehingga sepanjang malam itu ia menghabiskan seluruh waktu untuk bersyukur kepada Allah.

Pada hari rabu siang dia memanggil kami untuk menyelesaikan tulisannya yang sudah kami mulai.  Kami bekerja sampai jam 9.00, ketika kami pergi untuk upacara perarakan Pesta Kenaikan Tuhan bersama seluruh Komunitas, seorang saudara kami yang termuda bernama Wilbert tinggal bersama dia.  Wilbert berkata kepadanya: “Guru terkasih masih ada satu bab yang belum selesai, apakah itu akan memberatkanmu jika menjawab beberapa pertanyaan lagi?”  Beda menjawab: “Tidak sama sekali, segeralah bawa pena dan tintamu dan tulislah dengan cepat.”  Maka Wilbert pun melakukannya.

Pada jam 15.00 Beda berkata kepadaku: “Aku mempunyai sedikit harta dalam lemari pribadiku yaitu beberapa merica, serbet dan dupa kecil, larilah dan panggillah para imam dalam komunitas ini, aku akan membagikan hadiah-hadiah kecil ini yang aku terima dari Allah kepada mereka.”  Ketika semua imam tiba, ia berbicara dengan mereka dan meminta kepada mereka masing-masing untuk mempersembahkan misa dan doa baginya secara teratur.  Mereka semua berjanji untuk melakukannya dengan senang hati.  Mereka pun bergembira saat Beda berkata: “Itu sangat berkenan pada penciptaku.  Saatnya bagiku untuk kembali kepada Dia yang telah menciptakanku dari ketiadaan menjadi ada.  Saatnya telah tiba bagi keberangkatanku, aku telah lama rindu untuk mati dan ada bersama Kristus.  Jiwaku rindu memandang Kristus, Rajaku, dalam segala kemuliaan-Nya.”

Ketika malam tiba Wilbert muda datang dan berkata kepada Beda: “Guru terkasih masih ada satu kalimat lagi yang belum ditulis.”  Beda berkata: “Cepat, tulislah sekarang.”  Tak berapa lama kemudian Wilbert berkata: “Sekarang sudah selesai.”  Beda pun menjawab: “Baik engkau telah berbicara dalam kebenaran.  Itu telah selesai.  Peganglah kepalaku dalam tanganmu, sebab aku ingin duduk mengarah ke tempat suci dimana aku biasa berdoa.  Aku dapat memanggil Bapaku dari sini seolah-olah aku berada disana.”  Lalu saat Beda berbaring di atas lantai di selnya, dia bernyanyi: “Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.”  Saat ia menyebut Roh Kudus, ia pun menghembuskan nafasnya untuk yang terakhir kali.

Kami sangat percaya bahwa dia sekarang masuk ke dalam kegembiraan di surga yang telah ia rindukan begitu lama, sejak ia bekerja di bumi ini, ia selalu mempersembahkannya demi kemuliaan Allah.

 


Beda dilahirkan tahun 672 di Inggris Utara.  Ia belajar di biara Benediktin Weearmouth dan kemudian menjadi rahib di biara Jarrow.  Menurut catatannya sendiri, “Sejak itu, selama hidup aku tinggal di biara itu dan segala jerih payah kutumpahkan pada belajar Kitab Suci.  Di sela-sela latihan rohani dan ibadat harian, aku membiasakan diri dengan mengajar belajar atau menulis…”  Tulisannya yang terkenal ialah mengenai sejarah Gereja di Inggris.  Ia meninggal tahun 735.