Gedono
27 Mei 2022

Peringatan Santo Agustinus dari Canterbury


Cahaya iman yang suci dicurahkan ke atas bangsa Inggris
Pembacaan dari Surat Santo Gregorius Agung

 

Kemulian pada Allah di tempat tinggi, dan damai di bumi bagi umat-Nya, sebab sebutir biji gandum telah jatuh ke tanah dan mati, agar Ia dapat meraja tidak hanya di surga saja.  Oleh kematian-Nya, kita hidup, oleh kelemahan-Nya kita dikuatkan, oleh kematian-Nya kita dibebaskan dari penderitaan, oleh kasih-Nya kita mencari di Inggris saudara-saudara yang belum kita kenal, dan oleh pemberian diri-Nya kita menemukan mereka yang kita cari melalui ketidaktahuan kita.

Sebab siapakah yang sepenuhnya dapat menceritakan kegembiraan yang memancar di hati seluruh umat beriman oleh karena bangsa Inggris, berkat rahmat Allah yang Mahatinggi dan berkat kerja keras kasih persaudaraan kalian, telah memiliki cahaya iman yang suci yang dicurahkan ke atas mereka dan kegelapan yang diakibatkan oleh kesalahan telah diusir pergi?  Kini dengan kemurnian budi mereka telah menginjak-injak berhala-berhala, yang sebelumnya mereka abdi dalam ketakutan yang tidak sehat.  Kini mereka menyembah Allah Yang Mahatinggi dengan hati yang murni, dan melalui peraturan yang mereka pelajari dari pemberitaan suci, yang menahan mereka untuk jatuh ke dalam perbuatan yang jahat.  Dengan jiwa, mereka kini mengabdi perintah-perintah Tuhan, dan budi mereka ditegakkan olehnya.  Mereka membungkukkan diri ke tanah terus-menerus di dalam doa, agar budi mereka tidak jatuh meniarap di atas tanah.  Karya siapakah semua ini, kalau bukan karya dari Dia yang mengatakan: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, dan Aku pun sedang bekerja”.

Oleh kuasa-Nya dan bukan oleh kebijaksanaan manusia bahwa dunia bertobat, dan untuk membuktikan itu Ia telah memilih orang yang tidak terpelajar untuk dijadikan pewarta Sabda-Nya dan telah mengirimkan mereka ke dunia.  Dan itu jugalah yang dilakukan-Nya pada saat sekarang ini, sebab Ia berkenan untuk melakukan karya agung di antara orang-orang Inggris melalui orang-orang yang lemah.  Tetapi di dalam anugerah surgawi ini, saudara-saudaraku terkasih, ada sesuatu yang menyebabkan kegembiraan dan rasa takut yang besar.

Sebab aku tahu bahwa Allah Yang Mahatinggi, melalui cinta kasih kalian, telah menunjukkan mukjizat besar di dalam bangsa yang dikehendaki untuk dipilih-Nya.  Anugerah surgawi ini pasti menyebabkan sukacita yang menimbulkan rasa takut dan menyebabkan rasa takut yang menggembirakan kalian: sukacita, karena jiwa-jiwa orang Inggris ditarik oleh mukjizat lahir kepada rahmat batin, dan juga rasa takut jika jiwa yang lemah akan menjadi sangat gembira dan sombong atas tanda-tanda itu, dan apa yang membawa kepada kehormatan lahir akan dapat menyebabkan jatuh kepada kebanggaan batin yang sia-sia.

Kita harus ingat bahwa, ketika para murid, kembali dengan gembira dari pewartaan, dan berkata kepada Guru surgawi mereka: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu”, mereka  seketika itu juga mendengar: “Janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga”.

 


Agustinus menjabat prior biara Santo Andreas di Roma, ketika mendapat tugas dari Paus Gregorius Agung pada tahun 596 bermisi di Inggris.  Dengan membawa 40 rahib mereka berangkat, tetapi di tengah perjalanan ditakut-takuti berita tentang kekejaman dan kebiadaban mereka yang mau didatangi, sehingga mereka kembali ke Roma.  Tetapi Paus Gregorius mengutus mereka lagi, dan rupa-rupanya berhasil.  Agustinus menerapkan cara inkulturasi dalam karya misionernya dengan dukungan dan restu Sri Paus.  Nilai-nilai insani positif setempat ditempatkan dalam konteks Injil.  Itulah yang menghasilkan bertobatnya daerah Kent.  Dia pula yang menjabat Uskup Canterbury sampai wafatnya tahun 605.