29 Mei 2022

MINGGU PASKAH VII


Kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku,
telah Kuberikan kepada mereka
Pembacaan dari kumpulan homili Santo Gregorius dari Nissa* tentang kidung Agung

 

Jika kasih meniadakan takut secara sempurna seperti dikatakan oleh Kitab, dan jika takut diubah menjadi kasih, maka yang diperdamaikan itu terbukti merupakan kesatuan; sebab setiap hal dipersatukan dalam kesamaannya dengan satu-satunya kebenaran oleh karena kesempurnaan, yang datang dari Merpati.  Kita dapat menyimpulkan hal ini dari kata-kata berikutnya: “Merpati-Ku, satu-satunya yang sempurna, adalah hanya satu.”  Ialah putri ibunya yang satu-satunya, yang dipilih oleh ibunya yang melahirkannya.

Hal yang sama diterangkan lebih jelas dalam Injil oleh Sabda Tuhan sendiri.  Sebab ketika dalam pemberkatan-Nya, Ia memberikan segala kuasa kepada para murid, dalam doa-Nya kepada Bapa Ia melimpahkan semua kurnia yang baik dan menambahkan kurnia yang paling besar melebihi segala; agar mereka tidak pernah terpecah-pecah atau terpisah-pisah karena perbedaan bermacam pilihan dan pendapat tentang apa yang benar, melainkan agar semua menjadi satu, dipersatukan dalam pertumbuhan dengan kebenaran yang satu dan satu-satunya.  Demikian, dalam kesatuan dengan Roh kudus menurut kata-kata Santo Paulus, mereka harus dihimpun bersama dalam ikatan damai, dan menjadi satu tubuh dan satu Roh, oleh karena satu harapan, untuk mana mereka dipanggil.

Tetapi lebih baik sabda Injil yang suci dikutip kata demi kata: “Semoga mereka bersatu, seperti Engkau, Bapa, ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau, semoga mereka juga bersatu.”  Ikatan kesatuan ini adalah kemuliaan, seorang yang berpikir lurus tidak akan mengingkarinya, kalau ia memperhatikan Sabda Tuhan.  Kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, Kuberikan kepada mereka.  Ia memang sungguh memberikan kemuliaan semacam itu kepada para murid, ketika Ia berkata kepada mereka, “Terimalah Roh Kudus.”

Ketika Kristus mengenakan kodrat manusia, Ia menerima kemuliaan ini, yang Ia miliki dari segala abad sebelum dunia terjadi; dan setelah kodrat manusia-Nya demikian dimuliakan oleh Roh Kudus, kemuliaan Roh Kudus dapat diteruskan kepada saudara-saudara Kristus, dimulai dengan murid-murid-Nya.

Inilah arti kata-kata Kristus, “Kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, Aku berikan kepada mereka, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna menjadi satu.”  Maka kesimpulannya: seorang pribadi, yang dari kanak-kanak tumbuh mencapai kematangan kedewasaan, yang telah mencapai kematangan berpikir, yang pendek kata, telah menjadi mampu menerima kemuliaan Roh, karena kemurnian-Nya dan dapat menguasai hawa nafsunya, ia itulah merpati yang sempurna, yang dipandang oleh Sang Mempelai, kalau ia berkata, “Merpatiku, satu-satuku yang sempurna, adalah hanya satu.”

 


* Tahun 335-395, Ia membela ajaran Gereja pada Konsili Konstantinopel I (381) dengan pandai dan berani.  Menulis buku-buku teologi yang sangat mendalam.