4 Juni 2022

PEKAN VII PASKAH – SABTU


Gereja yang satu dalam kesatuannya berbicara dalam segala bahasa
Pembacaan dari kotbah seorang pengarang Afrika yang tak dikenal dalam abad keenam

 

Mereka berbicara dalam segala bahasa.  Kehendak Tuhan ialah menyatakan kehadiran Roh kudus pada saat itu dengan memberi kemampuan kepada mereka, yang menerima-Nya, untuk berbicara dalam segala bahasa.  Sebab kita harus tahu, para saudara terkasih, bahwa oleh Roh Kudus cinta dicurahkan dalam hati kita.  Cinta Tuhan mau menghimpun Gereja di seluruh dunia menjadi satu.  Maka apabila satu orang, yang menerima Roh Kudus, dapat bicara dalam segala bahasa, maka Gereja yang satu dalam kesatuannya, yang dikuatkan oleh Roh Kudus, berbicara dalam segala bahasa.  Dan kalau ada orang menegur salah satu dari kita, “Engkau telah menerima Roh Kudus; mengapa engkau tidak bicara dalam segala bahasa?”, ia harus menjawab, “Memang saya bicara dengan segala bahasa: Sebab saya ada di dalam tubuh Kristus, Gereja, yang berbicara dalam segala bahasa.  Sebab apa yang ditunjukkan oleh Tuhan dengan kehadiran Roh Kudus, jika bukan ini, bahwa Gereja-Nya akan berbicara dalam segala bahasa?”  Demikian ditepati janji Tuhan. “Tak seorang pun menyimpan anggur muda dalam kantong anggur lama, tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong anggur yang masih baru, dan demikian keduanya akan terjamin.”

Maka memang ada alasan mengapa sementara orang mendengar para rasul berbicara dalam segala bahasa, berkata, “Mereka ini penuh minum anggur baru.” Sebab mereka menjadi kantong anggur yang masih baru, mereka dipenuhi rahmat kesucian, sehingga, ketika mereka dipenuhi dengan anggur baru, yaitu, dengan Roh Kudus, mereka dengan semangat berbicara dalam segala bahasa; dan dengan keajaiban yang menggemparkan ini mereka melambangkan perambatan Gereja Katolik kepada segala bangsa, berbicara segala bahasa.

Maka rayakanlah hari ini sebagai anggota-anggota satu tubuh Kristus.  Perayaanmu tidak akan sia-sia, jika kamu itu sungguh merupakan apa yang kamu rayakan, dan bila kamu berpegang teguh pada Gereja, yang dipenuhi oleh Tuhan dengan Roh Kudus.  Ia mengakuinya sebagai kepunyaan-Nya sendiri, kalau Gereja berkembang di seluruh dunia, dan Ia sendiri diakui oleh Gereja.  Mempelai pria tidak kehilangan mempelai-Nya atau keliru mnerima orang asing.  Sebab kepada kamu yang ditetapkan dalam setiap bangsa sebagai Gereja Kristus, anggota-anggota Kristus, tubuh Kristus, mempelai Kristus, Santo Paulus berkata, “Yang seorang menanggung yang lain dalam cinta kasih, tekun mau mempertahankan kesatuan Roh dalam ikatan damai. “

Perhatikanlah bahwa, sambil meminta kita untuk saling menanggung, Santo Paulus menyebutkan cinta kasih.  Sambil berbicara tentang harapan akan kesatuan, ia menunjuk pada ikatan damai.  Inilah rumah Tuhan, yang dibangun dengan batu-batu hidup, dimana tuan rumah begitu agung berkenan bersemayam: pandangan-Nya tidak boleh dikejutkan oleh bencana perpecahan skisma.