5 Juni 2022

HARI RAYA PENTAKOSTA


Perutusan Roh Kudus
Pembacaan dari uraian Santo Ireneus* melawan bidaah

 

Ketika Tuhan melimpahkan kuasa kepada para murid untuk memberikan kelahiran baru dalam kehidupan Allah, Ia berkata,”Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus.”  Dengan perantaraan para nabi Ia berjanji, bahwa Ia akan mencurahkan Roh ini, pada jaman akhir kepada para hamba-Nya pria maupun wanita, hingga mereka akan bernubuat.  Dan demikian Roh turun pada Putra Allah, yang menjadi anak manusia, dan dengan Dia tinggal di tengah bangsa manusia dan tinggal dalam ciptaan Tuhan: di dalam manusia Ia melakukan kehendak Bapa dan mengubah kodrat mereka yang lama menjadi baru dengan kebaruan Kristus.

Lukas menyebutkan, bahwa pada hari Pentakosta, sesudah kenaikan Tuhan, Roh turun kepada para murid dengan kuasa untuk membuka pintu bagi semua bangsa, masuk ke dalam kehidupan, dan memulai Perjanjian Baru.  Dengan demikian dalam semua bahasa mereka menyanyikan madah kepada Tuhan dalam kebersamaan; sebab Roh mengumpulkan para bangsa yang tercerai-berai, dan mempersembahkan buah-buah pertama dari segala bangsa kepada Bapa.  Maka dari itu Tuhan berjanji akan mengutus Roh Kudus untuk membuat kita siap bagi rencana Allah.  Sebab seperti tepung kering tidak dapat melekat menjadi adonan, apalagi menjadi roti, tanpa sesuatu yang cair, begitu pula kita, karena banyak, tidak dapat menjadi satu dalam Kristus Yesus tanpa air yang datang dari surga.  Dan seperti tanah kering tidak dapat menghasilkan buah tanpa diberi air, begitu pula kita, yang semula adalah kayu kering, tidak akan dapat menghasilkan buah kehidupan tanpa hujan dari surga turun atas kemauan-kemauan kita.

Memang tubuh kita karena air permandian telah menerima keutuhan, yang menuju pada kebebasan dari kebinasaan; tetapi jiwa kita menerimanya oleh karena Roh Kudus.  Roh Allah turun pada Tuhan, “Roh kebijaksanaan dan pengertian, Roh nasehat dan keperkasaan, Roh pengetahuan dan kebaktian, Roh takut akan Tuhan.”  Ia mengutus Roh yang sama lagi kepada Gereja, mengutus Penolong bagi semua bangsa dari surga, tempat dari mana menurut sabda Tuhan, “Iblis telah dilemparkan seperti kilat.”  Maka kita memerlukan embun Tuhan, agar jangan terbakar habis dan menjadi tak berbuah, melainkan memiliki Penolong, kalau menghadapi penggugat.  Sebab Tuhan mempercayakan orang yang jatuh di tangan penyamun kepada Roh Kudus.  Karena belas kasihan kepadanya, Ia membebat luka-lukanya, dan memberikan dua mata uang kekaisaran, dimeterai dengan gambaran Roh dan tulisan Bapa dan Putra.  Kita harus menerimanya, dan uang yang dipercayakan kepada kita, harus kita usahakan agar berbuah dan berlipat ganda bagi Tuhan.

 


* Tahun 130 -202. Uskup: termasuk bilangan bapa Gereja dan teolog terpenting abad II.  Karya pentingnya: Adversus Haereces” (bantahan terhadap bidaah) dan “Penyajian Pengajaran Para Rasul” (buku katekese dan pastoral).