8 Juni 2022

PEKAN BIASA X – RABU


Menyeberangi Sungai Yordan
Pembacaan dari Homili Origines* tentang Kitab Yosua

 

Tabut Perjanjian membimbing umat Allah ketika menyeberangi Sungai Yordan.  Saat para imam dan suku Lewi berhenti, air pun berhenti mengalir, seakan-akan memberi hormat kepada para pelayan Allah.  Air itu menumpuk menjadi seperti bendungan, dan dengan demikian umat Allah diberi kesempatan menyeberang dengan selamat.  Sebagai orang Kristen, kita tidak perlu heran membaca tentang hal-hal ajaib yang dilakukan Allah untuk manusia di masa lampau.  Sabda ilahi menjanjikan berkat yang lebih besar dan lebih tinggi kepada kita yang telah melewati air Sungai Yordan dalam Sakramen Pembaptisan.  Kepada kita bahkan dijanjikan perjalanan melewati angkasa.  Dengarkanlah kata-kata Santo Paulus tentang orang benar: ‘Kita akan diangkat dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.  Demikianlah kita akan bersama-sama dengan Tuhan untuk selamanya.’

Orang benar tidak perlu takut apa pun juga, sebab seluruh ciptaan menghamba kepadanya.  Dengarkanlah ayat lain yang mengungkapkan janji Tuhan kepada orang benar dengan perantaraan nabi, ‘Jika engkau berjalan di tengah api, nyala api tidak akan membakar engkau, karena Aku Tuhan Allahmu.’  Orang benar disambut dengan baik di mana-mana, dan semua akan memberikan pelayanan yang diperlukannya.  Maka janganlah kalian mengira bahwa hal-hal ini hanya terjadi di masa lampau dan bahwa kalian yang mendengar tentang kisah-kisah ini tidak akan mengalami hal yang serupa.

Sebenarnya semuanya mengalami pemenuhannya di dalam diri kalian.  Kalian baru saja meninggalkan kegelapan pemujaan berhala dan sekarang ingin datang untuk mendengarkan hukum Tuhan.  Inilah keberangkatanmu keluar dari Mesir.  Dengan mulai menjadi katekumen atau calon baptis, dan mulai menaati hukum-hukum Gereja, kalian menyeberangi Laut Merah.  Sekarang, pada berbagai perhentian di padang gurun, setiap hari kalian menggunakan kesempatan itu untuk mendengarkan hukum Tuhan; juga untuk memandang wajah Musa yang tanpa selubung menyinarkan kemuliaan Tuhan.  Kemudian, bila sampai ke bejana pembaptisan, di hadapan para imam dan para pembantunya kalian mulai masuk ke dalam pengajaran tentang rahasia-rahasia sakral dan agung.  Itulah saat kalian menyeberangi Sungai Yordan oleh pelayanan para imam, sampai  masuk ke tanah terjanji.  Di sana Musa akan menyerahkan kalian kepada Yesus.  Dengan demikian Yesus sendirilah menjadi pemimpin kalian  dalam perjalanan baru selanjutnya.

Dengan sadar akan karya-karya Allah dan ingat bahwa Ia membelah sungai bagi kalian dan membuat air sungai terhenti, kalian akan berpaling kepada air-air itu dan berseru, ‘Ada apa hai laut, sehingga engkau menyingkir?  Ada apa, hai Yordan, sehingga engkau berbalik ke hulu?  Hai gunung-gunung, mengapa kamu melompat-lompat bagaikan kijang? Hai bukit, mengapa kamu laksana anak domba?’  Maka Tuhan akan memberi jawaban:  ‘Bumi goyah karena kehadiran Tuhan, karena kehadiran Allah Yakub, yang mengubah wadas menjadi danau, batu menjadi mata air.’

 


* Tahun 185 – 253.  Pujangga Gereja dan teolog unggul pada masanya; Direktur Sekolah Kateketik di Aleksandria; seorang ekseget dan ahli Kitab Suci yang sangat kritis; pembela ajaran Gereja, dan juga seorang ahli filsafat.