5 September 2022

PEKAN BIASA XXIII – SENIN


Damailah mereka yang mencintai hukum-Mu
Pembacaan dari Khotbah Santo Leo Agung, Paus, tentang Sabda Bahagia

 

Kebahagiaan melihat Allah layak dijanjikan kepada mereka yang murni hatinya.  Sebab mata yang penuh dengan debu tidak dapat melihat kecerahan cahaya sejati; apa yang merupakan kegembiraan bagi hati yang terang jernih menjadi siksaan bagi hati yang bernoda.  Maka singkirkanlah kegelapan barang-barang hampa yang berasal dari dunia ini, dan bersihkanlah mata jiwamu dari kotoran kejahatan, hingga pandangan jiwa dapat menikmati dengan damai visi Allah yang mengagumkan.

Kalimat berikut menunjukkan caranya untuk mendapat penglihatan bahagia itu: ‘Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.’  Saudara-saudara terkasih, kebahagiaan ini bukanlah hasil dari semacam kesepakatan atau suatu keselarasan yang kebetulan, tetapi seperti yang dimaksud Rasul Paulus, kalau ia berkata, ‘Berdamailah dengan Tuhan,’ atau seperti yang dikatakan oleh pemazmur, ‘Damailah orang yang mencintai hukum-Mu; tiada batu sandungan bagi mereka.’  Ikatan persahabatan yang paling mesra maupun keselarasan budi yang paling serasi pun tidak dapat menjanjikan kedamaian ini, jika tidak selaras dengan kehendak Allah.  Hubungan jahat, aliansi kriminal, persekutuan dosa semuanya tidak termasuk dalam tujuan damai ini.

Cinta akan dunia tidak sesuai dengan cinta akan Allah!  Orang yang tidak mau melepaskan diri dari persekutuan anak-anak dunia, tidak pernah dapat berkumpul dengan anak-anak Allah.  Tetapi mereka yang membawa Tuhan dalam ingatan dan ingin memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai, tidak pernah bertentangan dengan hukum abadi.  Mereka selalu setia berdoa dalam iman: ‘Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.’

Mereka itulah para pembawa damai: mereka itu satu budi dalam keutamaan, satu hati dalam kesucian; mereka pantas disebut anak-anak Allah, sesama pewaris dengan Kristus.  Mereka akan menerima ganjaran luhur karena cinta akan Allah dan cinta akan sesama: setelah perjuangannya melawan segala godaan akhirnya selesai, ia tidak perlu takut akan adanya kehancuran, tidak akan ada lagi baginya penderitaan atau skandal karena musuh; tetapi mereka akan beristirahat dalam damai Tuhan, ketenangan total, damai yang sejati, demi Kristus, Tuhan kita, yang bersama dengan Bapa dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.  Amin.