12 September 2022

PEKAN BIASA XXIV – SENIN


Gembala jangan mengejar kepentingan sendiri
Pembacaan dari khotbah Santo Agustinus tentang para Gembala Umat

 

Marilah kita dengarkan sabda Tuhan. yang terus terang ini.  Ia berbicara kepada para gembala, yang memberi makan kepada dirinya sendiri, dan bukan kepada domba-domba: “Kamu mengkonsumsi susu dari domba-domba, kamu berpakaian dengan bulunya, dan kamu menyembelih yang gemuk; tetapi kamu tidak memberi mereka makan.  Yang lemah tidak kaukuatkan, yang sakit tidak kausembuhkan, yang pincang tidak kaubalut, yang tersesat tidak kaubawa kembali, yang hilang tidak kaucari; yang kuat malahan kaubunuh!  Domba-domba-Ku tersebar, karena tidak ada gembala!”

Hal ini dikatakan kepada para gembala, yang hanya mencari makan bagi dirinya sendiri, dan melalaikan domba-domba.  Apakah yang menjadi perhatian mereka?  “Kamu mengkonsumsi susu dari domba-dombamu, dan kamu berpakaian dengan bulunya.”  Itulah sebabnya, maka Rasul Paulus bertanya, “Siapa menanami kebun anggur dan tidak memetik buahnya? Siapa yang  menggembalakan kawanan domba dan tidak minum susunya?”  Yang dimaksud susu dari kawanan di sini ialah semua yang disumbangkan umat Allah untuk kehidupan sehari-hari para pemimpinnya.  Dengan demikian kita tahu tentang siapa Rasul berbicara ketika ia mengatakan apa yang tadi saya kutip.

Meskipun Paulus memilih hidup dari karya tangan sendiri, dan tidak mencari susu dari domba, namun ia berkata, bahwa ia berhak untuk mengambil susu dari dombanya.  Sebab Tuhan pun sudah menetapkan, bahwa barangsiapa mewartakan Injil, boleh hidup dari Injil.  Paulus berkata, bahwa para rasul lainnya menggunakan wewenang ini; berarti bahwa mereka menerimanya, bukan merampasnya secara tidak sah.  Dengan tidak menggunakan apa yang menjadi wewenangnya, Paulus berbuat lebih!  Ia merelakan wewenangnya, sedangkan yang lain tidak menuntut apa yang bukan wewenangnya.  Mungkin ia dapat disamakan dengan orang Samaria: ketika ia membawa orang terluka itu ke tempat penginapan, ia berkata, “Jika kamu memerlukan lebih lagi, akan kubayar waktu aku kembali.”

Apa yang dapat kukatakan lagi tentang mereka yang tidak memerlukan susu kawanan?  Mereka itu lebih berbelas kasih; atau lebih tepat: mereka lebih bermurah hati dalam melaksanakan tugas yang menuntut belas kasih.  Mereka mampu melaksanakannya, dan berbuat sampai puncak kemampuan mereka.  Mereka harus dipuji, tetapi yang lain tidak boleh dicela.  Paulus sendiri tidak menuntut apa yang menjadi wewenangnya.  tetapi ia menginginkan domba-dombanya tetap subur, tidak menjadi mandul sehingga tidak dapat menghasilkan susu.