Hidup Abadi

Gereja Katolik menetapkan bulan November sebagai bulan untuk mendoakan arwah semua orang beriman.  Iman Katolik percaya bahwa ada hidup abadi.

Apakah hidup abadi?  Apakah kerinduan akan hidup abadi masih relevan bagi dunia masa kini dengan segala kemajuannya?  Bagaimana Yesus memberi petunjuk untuk memperoleh hidup abadi?

Seluruh pengajaran Yesus menunjuk kepada kerajaan Bapa.  Jangan kuatir akan hidupmu … pikullah salibmu – kematianmu – apa gunanya memperoleh seluruh dunia dan kehilangan nyawa.  Yesus tidak mengajar bagaimana memperoleh kebahagiaan di dunia ini agar hidup panjang dan makmur.  Masyarakat dunia yang dalam kemakmuran mencari surga di dunia ini.  Seolah-olah kebahagiaan adalah hidup di dunia ini sepanjang mungkin tanpa kesusahan.  Dan banyak kali orang berdoa supaya memperoleh hidup panjang, sehat, bahagia, sukses dst.

Yesus mewahyukan bahwa kebahagiaan bukan di dunia ini melainkan kebahagiaan yang jauh lebih istimewa, dalam pangkuan Allah Bapa.  Orang beriman punya kesadaran akan kebutuhan yang lebih mendalam ini karena kerinduannya akan Allah.  Merindukan hidup abadi bukan sesuatu yang mudah atau sentimentil, juga bukan usaha dengan jasa sendiri.  Kerinduan ini mendorong kita untuk mencari sumber hidup (Yoh. 4).

Yesus datang untuk memberi hidup-Nya bagi Gereja, agar kita dapat mulai mengalami hidup abadi sekarang ini.  Bukan berarti melihat cahaya seperti di Tabor.  Namun berarti tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita, dalam komunio Roh dan dengan mereka yang telah bergabung sepenuhnya dengan Dia demi pujian kepada Bapa.  Dengan memberi Tubuh-Nya untuk dimakan, Kristus telah berkenan memberi hidup kepada kita.  Tuhan ada di dalam diri kita; hidup abadi adalah kasih.  Semua yang lain akan hilang lenyap dan yang tinggal adalah kasih.

Ada satu nyanyian pujian Maria yang populer, yang mengungkapkan harapan pasti akan hidup abadi, “Al Cielo…Al ciel…Al ciel! …aku akan pergi menemui Dia suatu hari, di surga tanah airku!”

 

Marilah kita makin menyadari, mengingat hal-hal ini dan dengan iman dan kepercayaan bahwa kita dicintai dan diundang kepada hidup abadi.