10 Mei 2023

PEKAN V PASKAH – RABU


Orang Kristen di medan dunia
Pembacaan dari surat Diognetus

 

Perbedaan antara orang Kristen dan manusia lainnya, tidak disebabkan karena bangsa, bahasa atau adat istiadat.  Orang Kristen itu tidak hidup sendiri dalam kota-kota terpisah, kepunyaannya sendiri, tidak mempunyai bahasa yang khusus, dan tidak menjalankan cara hidup yang ganjil-ganjil.  Ajaran yang mereka ikuti bukannya penemuan pikiran manusia atau otak yang mau menyibukkan diri; mereka juga bukan penganut salah satu aliran ilmu pikir, milik manusia, seperti sementara orang lainnya.

Mereka hidup biasa di kota mana saja – kota Yunani atau lainnya – menurut penunjukkan nasib; mereka sama mengikuti kebiasaan setempat dalam hal pakaian, makanan, dan cara-cara lainnya.  Namun peraturan persekutuan mereka memang menunjukkan ciri-ciri yang menarik perhatian, bahkan mengejutkan.  Misalnya; meskipun mereka bertempat tinggal di negara sendiri, namun tata-hidup mereka lebih menyerupai orang dalam perjalanan; mereka berlaku sebagai warga negara penuh, namun mereka juga menerima segala sesuatu seakan-akan mereka itu orang asing.  Bagi mereka setiap negara asing itu tanah air, dan setiap tanah air itu negara asing.  Seperti orang-orang lainnya mereka itu berkeluarga dan mendapatkan anak, tetapi mereka tidak membuang anak-anaknya.  Setiap orang Kristen bebas ikut makan pada meja sesama, tetapi tidak boleh ikut mencampuri ranjang orang lain.

Meskipun mereka ditentukan tinggal di dalam daging, mereka tidak hidup menurut daging; mereka melewatkan hari-hari hidup di bumi, kewarganegaraan mereka tetap tinggi di surga.  Mereka menaati hukum merurut peraturan, tetapi dalam hidup pribadi mereka mengatasi hukum.  Mereka menunjukkan cintanya kepada semua orang – dan semua orang menganiaya mereka.  Mereka salah dimengerti dan dihukum; tetapi dengan menjalani maut, mereka cepat mencapai hidup.  Mereka miskin, tetapi membuat banyak orang menjadi kaya; kekurangan segala, tetapi memiliki segala serba limpah.

Mereka dihina, tetapi dimuliakan dalam kehinaan itu sendiri; difitnah, tetapi dipertahankan.  Mereka membalas hojat dengan berkat, dan kelalaian dengan kelembutan.  Karena kebaikan yang mereka lakukan, mereka  dirampas seperti  penjahat; dan bila dipukul, mereka bersukacita, seperti orang diberi hidup baru.  Orang Yahudi menyerang mereka sebagai kaum bidaah, orang Yunani mengerjar mereka dengan aniaya.  Tetapi sekian banyak orang berkemauan jahat, tidak satu pun dapat mengajukan alasan tepat, mengapa mereka bersikap musuh.

Singkatnya, hubungan orang Kristen dengan dunia itu seperti hubungan jiwa dengan raga.  Seperti jiwa itu rata meliputi setiap bagian tubuh, begitu juga orang Kristen merata di semua kota di dunia.  Jiwa juga diam di dalam tubuh, meskipun tidak merupakan bagian tubuh, dan orang-orang Kristen mendiami dunia, meskipun bukan bagian dunia.  Seperti jiwa, yang dengan sendirinya tidak dapat dilihat dirangkaikan dalam tubuh yang dapat dilihat, demikian juga orang-orang Kristen  di dunia dapat dilihat, tetapi jiwa Kristennya sendiri tetap tersembunyi bagi pandangan mata.

Badan membenci jiwa, dan beperang melawan, meskipun tidak ditantang, sebab jiwa merupakan rintangan badan dalam mencari kesenangan sendiri.  Demikian juga dunia membenci orang Kristen tanpa ditantang, karena mereka ingin melawan kesenangannya.  Dalam pada itu, jiwa mencintai tubuh dan semua anggotanya, tanpa mengindahkan kebencian mereka.  Demikian juga orang Kristen, mencintai orang yang membenci mereka.  Jiwa yang tersembunyi di dalam tubuh, mempersatukan tubuh  itu; dan orang Kristen, meskipun tertutup dalam dunia ini seperti di dalam penjara, namun sebetulnya orang Kristenlah, yang mempersatukan dunia.

Jiwa, meskipun tidak dapat mati, harus tinggal di dalam tubuh yang dapat mati; orang-orang Kristen, yang untuk sementara waktu harus berdiam di tengah kebinasaan, memandang kepada yang tidak dapat binasa di surga.  Akhirnya, seperti pembatasan makan dan minum memperbaiki keadaan jiwa, begitu juga, jika orang Kristen setiap hari menderita penganiayaan, mereka meningkat jumlahnya.  Itulah tugas luhur, yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka, dan tugas moril merekalah untuk tidak mundur!