Gedono
13 Januari 2024

Peringatan Santa Perawan Maria


Bunda Allah di tengah Gereja yang Berziarah
Pembacaan dari Ensiklik “Redemptoris Mater” dari St. Yohanes Paulus II, Paus

 

Dibangun oleh Kristus di atas para Rasul, Gereja sangat menyadari karya agung Allah ini pada hari Pentekosta, ketika mereka berkumpul di Ruangan Malam Terakhir; “maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya”.  Sejak itu dimulai juga perjalanan iman, jiarah Gereja melalui sejarah masing-masing orang dan para bangsa.  Kita mengetahui bahwa pada awal perjalanan itu hadir Maria.  Kita melihatnya di tengah para Rasul di Ruang Atas, “berdoa mohon kurnia Roh.”

Dalam arti tertentu perjalanan imannya lebih jauh.  Roh Kudus telah menaunginya, dan dia menjadi permaisurinya dalam iman ketika pewartaan Malaikat dengan menyilahkan hadir Sabda Allah yang benar, mempersembahkan “seluruh penyerahan budi dan kehendak…dan dengan bebas menyetujui kebenaran Allah melalui “ketaatan iman”, dengan menjawab malaikat: “Sesungguhnya, aku ini hamba Tuhan; terjadilah; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”  Dengan demikian perjalanan iman Maria, yang kita lihat berdoa dalam ruang Perjamuan Malam Terakhir,  itu lebih panjang dari pada orang lain yang berkumpul di sana: Maria “mendahului mereka”, “memimpin jalan” mereka.  Saat Pentekosta di Yerusalem telah dipersiapkan oleh saat pewartaan Malaikat di Nazaret, maupun oleh salib.  Di Ruang perjamuan Malam Terakhir, perjalanan Maria bertemu dengan perjalanan iman Gereja.  Dengan cara bagaimana?  Di antara mereka yang asyik berdoa di Ruang Perjamuan Malam Terakhir, mempersiapkan diri  untuk memasuki seluruh dunia” setelah menerima Roh, ada beberapa yang secara berangsur-angsur dipanggil oleh Yesus sejak awal karya-Nya di Israel.

Sebelas diantaranya diangkat sebagai Rasul, dan kepada mereka Yesus menyerahkan tugas yang diterima-Nya dari Bapa.   “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu”, kata-Nya kepada para Rasul sesudah kebangkitan.  Empat puluh hari kemudian, sebelum kembali kepada Bapa, dia menambahkan:”Kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,…kamu akan menjadi saksi-Ku,…sampai ke ujung bumi”.  Tugas para Rasul ini berawal ketika mereka meninggalkan Ruang Perjamuan Malam Terakhir di Yerusalem.  Gereja terlahir dan bertumbuh melalui kesaksian yang dibawa Petrus dan para Rasul kepada Kristus yang Tersalib dan Bangkit.  Maria tidak menerima tugas rasuli secara langsung.  Dia tidak ada di antara mereka yang diutus oleh Yesus “ke seluruh dunia untuk mengajar segala bangsa” ketika Ia menyerahkan tugas itu kepada mereka.  Tetapi ia ada di ruang atas, di mana para Rasul menyiapkan diri untuk tugas tersebut dengan menantikan Roh Kebenaran: dia ada di antara mereka.  Di tengah mereka Maria “tekun berdoa” sebagai “Bunda Yesus”, Bunda Kristus yang disalibkan dan bangkit.