Evangelisasi

Kabar gembira atau evangelisasi berasal dari kata Yunani euaggelion dari abad 9 SM.  Awalnya kata itu ditujukan untuk menghormati kaisar sebagai pembawa kabar gembira di seluruh daerah kekaisaran Romawi, karena kemenangan yang dicapainya.  Namun dalam Perjanjian Baru, kita mengenal bahwa Yesus Kristuslah yang sesungguhnya pembawa dan sekaligus kabar gembira itu sendiri bagi seluruh umat manusia.  Yesuslah Kyrios, Tuhan, yang datang ke dunia untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.

Kita dipanggil untuk menjadi murid-murid Kristus dan mewartakan Injil, melalui kata-kata dan tindakan.  Tindakan saja tidak cukup, seringkali tindakan kita sama sekali tidak mewartakan Kristus.  Kata-kata membantu kita ingat akan makna dari apa yang kita ucapkan.  Demikian juga kita tidak bisa hanya mewartakan dengan kata-kata saja, karena itu dapat menimbulkan antipati terhadap apa yang mau kita sampaikan, lebih-lebih apabila kata-kata kita tidak sesuai dengan tindakan kita.  Paus Fransiskus mendorong kita agar kita mewartakan Injil dengan kata-kata dan perbuatan kita untuk semakin menyerupai Kristus yang tindakan-Nya selalu sesuai dengan kata-kata-Nya.

Mengingat banyak orang Katolik masa kini yang tidak menghayati iman akan Kristus, sehingga mudah putus asa pada saat pencobaan, maka Paus Yohanes Paulus II dalam surat Apostoliknya Novo Millenium Inuente mendorong umat Katolik untuk melakukan evangelisasi baru, yaitu mendalami pengajaran iman agar semakin kokoh percaya bahwa Kristuslah, satu-satunya Penyelamat dunia.

 

Sudahkah saya menghayati evangelisasi baru bagi diri saya sendiri dan bagi sesama saya?