Pertapaan Bunda Pemersatu
GEDONO

Berkah Dalem

Kami adalah komunitas rubiah,
biarawati Ordo Cisterciencis Observansi Ketat
yang juga dikenal sebagai Trappist. 

Dengan menghayati Peraturan St. Benediktus,
hidup kami dibaktikan untuk mencari kesatuan dengan Allah,
melalui Yesus Kristus, di dalam komunitas para saudari.

Komunitas
Rumah Tamu
Karya Tangan

Renungan

Bagaimana Allah Sebaiknya Dicintai

  Pertama-tama, pertimbangkanlah bagaimana Allah pantas dicintai tanpa batas,  karena Dia telah terlebih dahulu mencintai kita. Cinta-Nya kepada kita yang tak berarti dan hanya seperti

BACA »

Bacaan Ofisi

22 Juni 2026

PEKAN BIASA XII – SENIN Orang Kristen itu kembaran Kristus Pembacaan dari Uraian St. Gregorius dari Nissa tentang Kesempurnaan Kristiani   Lebih dari siapa pun juga Paulus mengerti dengan tepat apa artinya Kristus, dan dengan perbuatannya ia menunjukkan, bagaimana seharusnya perilaku orang yang menyandang nama Kristen.  Begitu jelas ia meneladan Kristus, hingga ia menampilkan Tuhan, yang terbentuk dalam dirinya.  Ia meneladan Kristus dengan begitu sempurna, sehingga jiwanya sudah ditransformasikan menjadi serupa dengan Yang diteladaninya. Begitu pula yang hidup dan berbicaranya seakan-akan bukan lagi Paulus, melainkan Kristus sendiri yang tinggal di dalam dia.  Paulus yang mengenal rahmat-rahmat yang diterimanya, mengatakan: “Jika kamu minta

BACA »

Kabar

KUNJUNGAN BAPAK
ABAS JENDRAL

  Pagi itu 7 Januari pukul 10.45 lonceng pertapaan berbunyi dengan nyaring dan meriah, kegembiraan memecah kesunyian. Para Suster segera bergegas menuju ke samping Gereja…. penantian telah berakhir, kerinduan telah terpenuhi. Ya, kami menantikan kedatangan Bapak Abas Jendral Ordo, Dom Bernadus Peeters, OCSO yang didampingi sekretarisnya Frater Cassant, OCSO. Pelukan hangat dari setiap suster yang datang, lambaian bendera merah putih kecil, spanduk “welcome”, dan lagu selamat datang susul-menyusul mewarnai suasana siang itu.   Abas Jendral sangat bahagia berada di tengah-tengah komunitas, beliau mengatakan, “Seperti pulang ke rumah…“. Dom

BACA »