27 Februari 2023

PEKAN I PRAPASKAH – SENIN


Marilah kita saling menunjukkan kebaikan Tuhan
 Pembacaan dari Khotbah St. Gregorius dari Nazianze

 

Ketahuilah dari mana kamu mendapatkan nafas dan pengetahuan.  Ketahuilah, dari mana kamu mendapatkan yang paling utama dari segala pengetahuanmu tentang Tuhan; harapan akan kerajaan surga; pemandangan dapat menikmati kemuliaan, yang di dalam hidup ini lewat cermin yang samar-samar, tetapi sesudahnya akan menjadi lebih sempurna dan lebih terang.  Ketahuilah, bahwa kamu sudah dijadikan putra Allah, ahli waris Kristus.  Ketahuilah, dan sekarang dengan berani aku berkata, bahwa kamu telah dijadikan seperti Allah.  Dari mana dan dari siapa semua kurnia ini sampai kepadamu?

Atau untuk berpindah pada unsur-unsur yang lebih sederhana: yang kamu lihat dengan mata; siapa memberi kamu kekuatan untuk memandang keindahan langit, jalannya matahari, lingkaran bulan, dan banyaknya bintang?  Siapa yang memberi kamu kemampuan untuk mengenal keselarasan dan keteraturan, yang memancar bagaikan irama lagu dalam itu semua?

Dari mana kamu mendapatkan hujan, tanam-tanaman, makanan, kekuatan, rumah kediaman, hukum dan undang-undang, peradaban, persahabatan dan kemesraan dalam pergaulan?  Kepada siapa kamu berhutang jasa, bahwasanya sementara hewan jinak dan tunduk kepada kita, sedangkan lainnya diberikan menjadi makanan?  Siapa yang mengangkat kamu menjadi tuan dan raja atas segala sesuatu di atas bumi?  Tanpa menyebutkan semua satu demi satu, siapa yang memberi manusia segala kurnia yang menjadikannya lebih tinggi daripada semua makhluk hidup?

Benar, jawaban untuk semuanya ini sederhana sekali: Tuhan!  Mendahului segala-galanya dan sebagai balasan atas segala-galanya, Tuhan minta, agar kita menunjukkan kebaikan hati.  Apabila begitu banyak kurnia sudah kita terima dari Dia atau kita berharap akan menerimanya dari Dia di masa mendatang, tentu kita akan merasa malu menolak satu hal ini saja: mau membalas jasa-Nya: dengan baik hati dan cinta!  Meskipun Ia Allah dan Tuhan kita, namun Ia tidak malu disebut Bapa kita.  Apakah kita rela memisahkan diri dari mereka yang bersaudara dengan kita?

Kawan dan saudara, janganlah sekali-kali kita menjadi bendahara jahat, yang mau menguasai pemberian Tuhan kepada kita.  Kalau begitu kita harus mendengarkan kata-kata Santo Petrus, “Hendaklah kamu malu, karena kamu curang menahan milik orang lain.  Ambilah keadilan Tuhan sebagai teladan, dan tidak akan ada orang yang berkekurangan.”

Sementara orang lain menderita kekurangan, janganlah kita bekerja menimbun dan menumpuk uang serta harta benda, sebab kalau kita berbuat begitu, orang suci Amos itu akan mengancam kita dengan kata-kata keras, “Dengarlah ini, kamu yang berkata: Kapan berakhirnya bulan baru, lalu kami dapat berjualan; dan hari Sabat, lalu kami dapat membuka perbendaharaan kami?”

Hendaklah kita mengikuti hukum Tuhan yang pertama dan terutama.  Ia menurunkan hujan kepada orang benar dan orang berdosa dan menerbitkan matahari bagi semua orang.  Tuhan menciptakan bumi, mata air, sungai dan hutan bagi semua yang hidup di dunia.  Ia menyediakan udara untuk burung, air untuk ikan dan kebutuhan hidup pokok yang berlimpah untuk semua, tanpa pengurangan, pembatasan ataupun pengistimewaan.  Bahan-bahan pokok itu umum bagi semua; disediakan oleh Tuhan dengan leluasa, dan tak kekurangan sesuatu pun.  Ia berbuat demikian, sehingga makhluk yang kodratnya sama mendapatkan pemberian yang sama.  Ia menunjukkan betapa kaya kebaikan hati-Nya.