15 Maret 2023

PEKAN III PRAPASKAH – RABU


Hal melihat Tuhan
 Pembacaan dari buku St. Theophilus dari Antiokhia, ditujukan kepada Autolikus

 

Kalau kamu berkata, “Tunjukkanlah Allahmu,” saya menjawab, “Tunjukkanlah siapa kamu, dan saya akan menunjukkan Allahku kepadamu.”  Kamu harus menunjukkan kepadaku, bahwa mata jiwamu dapat melihat dan telinga hatimu dapat mendengar.  Orang yang melihat dengan mata tubuhnya memperhatikan hal-hal kehidupan di dunia.  Ia membedakan barang-barang yang berlainan, seperti terang dari gelap, hitam dari putih, buruk dari indah, yang unggul dari yang lemah, apa yang berbentuk harmonis bagus dari yang dibangun keliru dan salah.  Demikian juga, telinga manusia membedakan suara yang tajam, dalam, atau lembut.

Demikian juga telinga hati dan mata jiwa mampu menangkap Tuhan.  Sebab Tuhan dilihat oleh orang yang mampu melihat-Nya, kalau mereka telah membuka mata jiwanya.  Semua manusia mempunyai mata, tetapi ada yang mempunyai mata yang dihinggapi penyakit dan tidak dapat melihat sinar matahari.  Namun sinar matahari tidak dapat berhenti bercahaya, karena si buta tidak dapat melihatnya; si buta harus mempersalahkan dirinya dan matanya sendiri.  Demikian juga kamu yang mengidap penyakit pada mata jiwamu, karena dosamu dan perbuatanmu yang jahat.

Seperti orang harus menjaga agar cermin tetap mengkilat, demikian juga ia harus menjaga kemurnian jiwanya.  Kalau timbul karat pada cermin, orang tidak dapat melihat gambaran wajah di dalamnya; begitu juga kalau ada dosa pada manusia, ia tidak dapat melihat Allah.  Tetapi kalau mau, kamu dapat disembuhkan.  Serahkanlah dirimu kepada tabib, dan ia akan menyehatkan mata jiwamu dan hatimu.  Siapa tabib itu: itulah Tuhan, yang menyembuhkan dan memberi hidup dengan perantaraan Sabda dan hikmat, sebab dengan sabda-Nya seluruh langit diteguhkan dan dengan Roh-Nya segala kekuasaan-Nya.

Kebijaksanaan-Nya itu mahakuasa.  Dengan kebijaksanaan Tuhan mendasari dunia; Ia menyiapkan langit dengan pemikiran-Nya; dengan pengetahuan jurang lembah dibentuk dan awan-awan mencurahkan embun.  Jikalau kamu mengerti semua ini, dan hidup dalam kemurnian serta kebenaran, kamu dapat melihat Tuhan.  Tetapi yang penting melebihi segala, iman dan takut akan Tuhan harus menjadi pedoman dalam hatimu; lalu kamu dapat mengerti akan hal-hal ini.  Jikalau kamu menanggalkan yang fana, dan mengenakan yang baka, kamu akan melihat Tuhan dengan sebenarnya.  Sebab Tuhan membangkitkan badanmu luput dari maut bersama jiwa.  Kalau kamu sudah luput dari maut, kamu akan melihat yang tidak terkena maut asal kamu sekarang percaya kepada-Nya.