1 April 2023

PEKAN V PRAPASKAH – SABTU


Kita akan ikut ambil bagian dalam Paskah
Pembacaan dari khotbah St. Gregorius dari Nazianze

 

Kita akan ikut ambil bagian dalam Paskah untuk sementara ini, dalam peristiwa yang masih merupakan lambang, meskipun lebih nyata daripada Paskah yang lama.  (Paskah Perjanjian Lama itu, berani saya katakan, lambang yang lebih samar-samar, lambang dari lambang.)  Namun dalam waktu dekat ini, kita akan lebih sempurna dan tidak begitu samar-samar, kalau Sang Sabda akan minum Paskah baru bersama kita di dalam kerajaan Bapa: di situ Ia mewahyukan dan mengajarkan apa yang kini dinyatkan secara terbatas.  Sebab apa yang diberitahukan sekarang itu tetap baru.

Apa arti minuman dan kegembiraan ini, kita harus belajar.  Dan Ia harus mengajarkannya dan membagikan ajaran itu dengan para murid-Nya.  Sebab ajaran-Nya itu tetap santapan, juga bagi mereka yang mengajar orang lain.

Marilah, kita juga ikut ambil bagian dalam hukum, bukan hurufnya, melainkan jiwanya menurut Injil, dengan sempurna, dan tidak secara kurang sempurna, untuk selamanya dan tidak untuk sementara waktu saja.  Sebagai kota kita, hendaknya kita pilih bukannya Yerusalem dunia, tetapi ibukota di surga, bukannya kota yang kini disebut oleh bala tentara, tetapi yang lain, yang dijunjung tinggi oleh para malaikat.

Janganlah kita mengorbankan anak lembu muda atau anak domba yang bertanduk dan berkuku, yang sebagian besar mati, benda tanpa rasa.  Tetapi marilah kita mempersembahkan korban pujian di altar yang tinggi bersama rombongan para malaikat.  Marilah kita masuk melintasi tabir pertama, sampai pada tabir kedua, kita melihat dalam tempat yang suci.  Untuk mengatakan yang lebih lagi, marilah kita mengorbankan diri kita sendiri kepada Allah.  Dan lebih lanjut lagi, marilah kita terus setiap hari mengorbankan diri kita sendiri dengan segala kegiatan kita.  Marilah kita sambut setiap kata secara harafiah, mengikuti sengsara dengan penderitaan kita, menghormati darah dengan darah kita, rindu ikut naik di kayu salib.

Jika kamu Simon dari Kirene, pikullah salib dan ikutlah.  Jika kamu disalib dengan Dia sebagai si penyamun, hendaklah kamu jujur mengakui Allah.  Jika dia dipandang sebagai pelanggar hukum demi kamu dan dosamu, kamu kini dipandang harus menjadi benar karena dia.  Sembahlah Dia yang tergantung di salib karena kesalahanmu; dan selama ia tergantung di sana, ambillah manfaat bahkan dari kejahatanmu; bayarlah keselamatan dengan kematian-Nya, masuklah Firdaus bersama Yesus dan sadarilah, betapa besar kekuranganmu.  Pandanglah Kemuliaan di sana.  Biar yang menggerutu mati di luar dengan hojatannya.

Jika kamu Yusuf dari Arimatea, mintalah tubuh-Nya dari si pembunuh; jadilah milikmu pendamaian dunia itu.  Jika kamu Nikodemus, orang yang melayani Tuhan di waktu malam, siapkanlah wangi-wangian untuk memakamkan Dia.  Jika kamu salah seorang dari pada Maria atau Salome atau Yohana, cucurkanlah air mata pagi-pagi buta.  Kamu harus yang pertama melihat batu terguling, dan mungkin juga para malaikat, dan bahkan Yesus sendiri.