8 Mei 2023

PEKAN V PASKAH – SENIN


Yang sulung dari segala makhluk
 Pembacaan dari kumpulan amanat St. Gregorius dari Nissa tentang Kebangkitan

 

Kerajaan hidup telah tiba, kekuasaan maut telah dihancurkan.  Bentuk kelahiran baru datang dan membawa kehidupan lain, cara hidup yang berbeda, perubahan memasuki kodrat kita.  Cara kelahiran yang bagaimana ini?  Ini tidak berasal dari darah, dari kemauan daging, melainkan dari Allah.

Bagaimana ini dapat terjadi?  Dengarkanlah, dan akan kujelaskan secara singkat.  Anak ini dikandung oleh iman, dan lahir karena kelahiran  baru dalam pembaptisan.  Gereja memeliharanya dan memberinya makan dengan ajaran dan peraturan untuk hidup; makanannya adalah roti surgawi.  Kewarganegaraan surga itulah kesempurnaan yang dituju, perkawinannya adalah pergaulannya dengan kebijaksanaan, anak-anaknya adalah harapan, kediamannya kerajaan, warisan dan kekayaannya adalah kegembiraan Firdaus, dan titik akhirnya bukanlah maut,  melainkan hidup bahagia dan kekal, yang telah disediakan bagi mereka yang layak.

Inilah hari yang dijadikan oleh Tuhan – hari yang jauh berlainan daripada hari-hari yang dijadikan pada penciptaan dunia, yang diukur dengan lewatnya waktu.  Hari ini adalah permulaan ciptaan baru, sebab pada hari ini Tuhan menciptakan langit baru dan bumi baru, seperti dikatakan oleh nabi.  Langit mana?  Bentangan iman, yang kita miliki dalam Kristus.  Bumi mana?  Hati yang baik seperti bumi, yang menghisap hujan yang jatuh dan menghasilkan berbagai macam buah-buahan.  Dalam ciptaan ini matahari adalah hidup murni; bintang-bintang itu keutamaannya; udara adalah kelakuan yang bersih dan jujur; lautnya dalam karena kekayaan kebijaksanaan dan pengetahuan.  Rumput dan benih adalah ajaran ilahi serta pengajaran sehat, yang disambut dan dimakan oleh umat di tempat penggembalaan, yaitu umat Allah.  Pepohonan yang menghasilkan buah itu ketaatan pada perintah-perintah-Nya.

Pada hari ini manusia sejati diciptakan menurut gambar dan citra Tuhan.  Inilah nyata-nyata dunia, yang dimulai dengan kata-kata: ”Inilah hari, yang dijadikan oleh Tuhan.”  Sungguh ini hari yang berbeda dengan hari yang lain, seperti dikatakan oleh nabi, dan malam yang berbeda dengan malam yang lain.  Tetapi kami belum menjelaskan peristiwa yang paling mengagumkan dalam perahmatan ini: yaitu bahwa kekelaman maut dihancurkan dan di sini lahir yang sulung dari mati.  “Aku naik” kata-Nya, “kepada Bapa-Ku dan Bapamu, Allah-Ku dan Allahmu.”  Sungguh berita yang menakjubkan lagi mulia!  Meskipun Ia itu Putra tunggal dan menjadi sama seperti kita demi kita untuk menjadikan kita saudara-saudara-Nya, sekarang masa dewasa-Nya dibawa kembali kepada Bapa yang sebenarnya, untuk membawa serta seluruh keluarga-Nya.