12 Mei 2023

PEKAN V PASKAH – JUMAT


Yang sulung dari banyak saudara
 Pembacaan dari kumpulan khotbah Beato Ishak dari Stella

 

Kepala dan tubuh sesorang merupakan satu orang; demikian juga putra Santa Perawan dan para anggota yang dipilih-Nya merupakan satu orang dan satu Anak Manusia.  Kitab Suci berkata, “Kristus itu utuh dan menyeluruh, kepala dan tubuh.”  Sebab semua anggota bersama merupakan satu tubuh, yang dengan kepalanya merupakan satu Anak Manusia, yang dengan Putra Allah adalah satu Putra Allah, yang dari sendirinya dengan Allah adalah satu Allah.

Maka dari itu seluruh tubuh dengan kepalanya adalah Anak Manusia dan Putra Allah dan Allah.  Inilah arti kata-kata: ”Bapa, Aku mau agar  seperti Engkau dan Aku bersatu, mereka juga bersatu dengan Kita!”  Demikian  menurut sabda Kitab Suci yang terkenal ini tidak ada tubuh tanpa kepala, dan tidak ada kepala tanpa tubuh; dan tanpa Allah tidak ada kepala atau tubuh yang menjadi Kristus yang utuh.

Maka segala sesuatu bersatu dengan Allah menjadi satu Allah.  Putra Allah adalah bersama Allah dari kodrat-Nya, Anak Manusia bersama Dia dari pribadi-Nya, dan tubuh Kristus bersama Kristus karena sakramen.  Maka dari itu orang-orang beriman dan anggota Kristus yang rohani itu dapat berkata dengan benar, bahwa mereka sama seperti Dia, bahkan Putra Allah, bahkan Allah.  Tetapi Ia itu demikian menurut kodrat-Nya, mereka karena ikut ambil bagian dalam Dia; Ia dalam kepenuhan-Nya, mereka karena ikut serta.  Singkatnya, apa yang ada pada Putra Allah, karena kelahiran-Nya, ada pada mereka karena pengangkatan, sesuai  perkataan Kitab Suci, “Kamu telah menerima Roh pengangkatan sebagai putra, yang memungkinkan kita berseru, “Abba!  Ya Bapa.”

Oleh kekuatan Roh Ia memberi mereka kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, hingga mereka dipilih untuk dibina oleh Dia, yang sulung  dari banyak saudara, berkata, “Bapa kami, yang ada di surga.”  Dan di lain tempat Ia berkata ”Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan kepada Bapamu.”

Anak Manusia, kepala kita, dilahirkan dari rahim Santa Perawan  leh Roh; dan oleh Roh yang sama kita dilahirkan kembali dari kolam pembaptisan sebagai anak-anak Allah, tubuh-Nya.  Ia dilahirkan tanpa dosa; kita dilahirkan kembali untuk pengampunan dosa kita semua.  Di salib Ia membawa dalam tubuh manusia-Nya semua dosa dari seluruh tubuh; dan dengan rahmat kelahiran baru Ia memberikan kepada tubuh rohani-Nya, agar tidak diperhitungkan dosanya.  Sebab Kitab suci berkata; “Bahagia orang, yang Tuhan tidak lagi memperhitungkan dosanya.”  Orang bahagia itu jelas adalah Kristus; sejauh Tuhan menjadi kepalanya, Kristus mengampuni dosa; sejauh kepala tubuh itu satu orang, tidak ada dosa untuk diampuni; tetapi sejauh tubuh kepala itu banyak orang, ada dosa, tetapi tidak diperhitungkan.

Ia benar dalam diri-Nya sendiri dan membuat diri-Nya sendiri benar.  Ia-lah Penyelamat yang satu, satu yang diselamatkan.  Dalam tubuh-Nya dibawa-Nya pada kayu salib, apa yang dihapuskan dari tubuh-Nya oleh karena air pembaptisan.  Ia itu Anak Domba Allah, yang menyelamatkan kita dengan kayu salib dan air; yang menghapus dosa dunia yang ditanggung-Nya.  Ia-lah imam dan korban dan Tuhan yang mempersembahkan diri-Nya kepada diri-Nya sendiri, dan dengan demikian mendamaikan diri-Nya dengan diri sendiri, dan juga dengan Bapa dan Roh Kudus.