Manusia Lama dan
Manusia Baru

Dalam tradisi kuno liturgi Pembaptisan, para katekumen menerima pakaian putih setelah mereka ditenggelamkan dalam kolam pembaptisan.  Pemberian pakaian putih itu adalah lambang ditanggalkannya manusia lama dan digantikan dengan manusia baru dalam Kristus.  Manusia lama itu adalah manusia yang berada di bawah perbudakan dosa.  Menurut Santo John Henri Newman, manusia lama itu melekat pada diri kita seperti pakaian yang beracun yang memakan daging kita.

Meskipun kita mau, ternyata sulit untuk melepaskan diri dari manusia lama, dari pengaruh dosa-dosa kita.  Hal ini sering terjadi khususnya bila kita sedang menghadapi saat-saat sulit di dalam hidup.  Setan sering menggunakan saat seperti ini untuk menggodai kita dengan ingatan akan masa lampau, akan kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah kita tinggalkan.  Nampaknya terasa lebih baik dan menyenangkan daripada laku pertobatan yang sekarang sedang kita jalani; misalnya kebiasaan menghabiskan waktu untuk tidur di pagi hari atau jalan-jalan di mal daripada ke gereja pada hari Minggu; atau minum obat-obat terlarang daripada minum obat yang disarankan dokter pada waktunya; atau ikut-ikutan judi daring daripada melakukan kerja sederhana untuk mendapat nafkah; dan masih banyak hal lainnya lagi.

Ingatan mengasyikkan akan masa lampau itu, bila tidak kita sadari, bisa membawa kita keluar dari jalan keselamatan, dan melawan kehendak kita untuk sembuh dari kebiasaan-kebiasaan buruk itu.  Tambah lagi, orang sering merasa sudah selesai masalahnya bila sudah menerima Sakramen Tobat, tetapi tidak ingat untuk melakukan pembaruan diri alias berbalik dari tingkah laku yang salah ke tingkah laku yang berkenan di hati Tuhan.  Karena tidak merasa perlu untuk berubah, maka jubah manusia lama masih terus dikenakan oleh orang yang bersangkutan.  Pikirnya, dengan  menerima Sakramen Tobat, suara hatinya tidak akan menghalangi tingkah lakunya.  Karena hal ini tidak disadari, maka mereka menjalani hidup yang terpecah karena melayani Allah dan sekaligus juga melayani mamon.  Hal itu bisa terjadi sampai pada saat orang harus menghadapi situasi cobaan hidup yang berat, dan tampak bahwa iman mereka sudah lemah bahkan hilang.

Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma menegaskan bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan bersama Kristus supaya kekuatan dosa dilumpuhkan dan kita tidak lagi menjadi budak dosa.  Maka sekarang kita harus mengenakan manusia baru dalam Kristus, artinya, kita membiarkan hidup kita diatur dengan cara pikir Kristus, dengan Roh Kristus.  Roh Tuhan membimbing kita untuk mengalahkan godaan dunia.  Tugas kita adalah taat kepada Roh itu, bekerja sama dengan-Nya agar dapat mati terhadap dosa dan kelak dibangkitkan dalam kebenaran untuk menjadi putra-putri Allah yang sejati.

 

Marilah kita mulai hidup baru dengan tidak memberi kesempatan pada si Jahat yang menggodai kita untuk mengenakan kembali manusia lama kita.