Hati Kudus Yesus

Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus menyelesaikan lingkaran Liturgi Hari Raya Tuhan.  Dengan demikian menjadi jelas bahwa arti terdalam tahun-tahun hidup manusia berada di dalam Yesus, karena seluruh kepenuhan Allah diam di dalam Dia (Kol 1 : 19).  Dia adalah logos yang keluar dari hati Bapa, diutus ke pada hati kita dalam Roh Kudus.  Kita dimasukkan ke dalam hidup Allah Tritunggal, ke dalam hati-Nya yang Mahakudus di dalam Gereja melalui sakramen-sakramen. Hati Yesus adalah tanda dan simbol utama dari cinta Allah bagi manusia.  Hati Allah yang tak pernah berhenti berdetak; suatu nyala api kasih abadi yang tak terpadamkan oleh apa pun di bumi, di bawah bumi atau di atas bumi.

Hati adalah tempat pertemuan, di dalamnya kita sebagai gambar Allah berelasi dengan Allah, maka hati adalah juga tempat penjanjian kasih, tempat kebenaran, tempat kita memilih kehidupan atau kematian.  Semakin kita masuk ke dalam hati-Nya, semakin kita juga rela menderita bagi orang lain.  Hati menjadi sumber segala yang ada, karena dari hati ini diciptakan segala sesuatu untuk menjadi berada dan berelasi dengan segala kebaikan, dan keindahan dalam kebenaran kasih; Kasih Allah sendiri yang dicurahkan ke dalam hati setiap manusia.

Kenyataan manusia yang rapuh dalam segala dimensi hidupnya, seringkali takut menghadapi diri sendiri, hatinya sendiri.  Maka kita perlu terus kembali kepada Hati Yesus, sumber penebusan dan kehidupan; dari padanya semua umat beriman diberi makan dan minum dari kurban-Nya dalam Ekaristi yang menjadi kekuatan hidup kita.  Untuk itu kita juga perlu terus kembali ke dalam hati kita, tempat ingatan yang hidup akan Dia yang mencintai kita.  Dia yang berbicara dan memandang.  Pandangan-Nya memurnikan segala yang berlawanan dengan kasih, membersihkan dan menata kembali hati kita yang penuh dengan diri sendiri dan tertutup dengan timbunan dosa.

 

Marilah kita kembali ke hati, membiarkan diri dipandang oleh kasih-Nya, agar kita mulai tinggal di dalam Hati Yesus yang Mahakudus, berakar di dalam Hati-Nya, tumbuh dan berbuah dalam kasih Allah Tritunggal.