Hati Tersuci Maria

Sesudah kita merayakan Hati Kudus Yesus, kita memperingati Hati Tersuci Maria.  Kata Hati Tersuci membuat kita berpikir mengenai suatu keadaan hati yang murni tanpa dosa dan tindakan tanpa salah.  Namun hal mendasar dalam istilah Hati Tersuci Maria ini adalah hati yang hanya menginginkan satu hal saja, yaitu Allah.  Ini sama dengan Hati Yesus yang Mahakudus, yang kita rayakan pada hari sebelumnya; Yesus hanya menginginkan satu hal saja dalam seluruh hidup-Nya di dunia ini, yaitu hanya menginginkan atau menghendaki apa yang dikehendaki Bapa, sekehendak dengan Bapa menjadi satu-satunya tujuan seluruh hidup-Nya.

Sebagai anak-anak Bunda Maria dan saudara Yesus, kita terus diundang masuk dalam kenyataan ini: menyelaraskan kehendak hati kita pada Hati Yesus, dengan terus menerus mendengarkan Hati Yesus lewat apa yang diajarkan-Nya melalui Kitab Suci dan pengajaran Gereja.

Ketika Maria mendengar jawaban Yesus: “Bukankah Aku harus berada di rumah Bapa-Ku” (Luk 2:51), juga saat mendengar nubuat Simeon dan tanggapan para gembala di saat kelahiran Yesus (Luk 2:19); ia tidak sepenuhnya mengerti, tetapi ia menyimpan kata-kata itu di dalam hatinya.  Inilah langkah yang bisa kita buat dalam hidup kita, saat kita belum mengerti maksud dan tujuan Tuhan di hadapan suatu kejadian atau peristiwa hidup yang belum mampu kita terima sepenuhnya.  Membiarkan maksud Tuhan terjadi dalam hidup kita berarti membiarkan Tuhan menjadi Tuhan dalam kehidupan kita.

 

Marilah kita mohon bantuan Bunda Maria, ibu kita, agar hati kita semakin menjadi lapang untuk hanya menghendaki kehendak Allah terjadi dalam diri kita.  Dengan membiarkan pikiran kita selaras dengan pikiran-Nya, tindakan kita diperbaiki, diluaskan, dan agar kita dijaga dalam hatinya sehingga kita dibentuk dalam sikap syukur dan adorasi pada Tuhan kita.