Hari Raya Santo Petrus dan Paulus

Gereja tidak dibangun di atas dasar kesuksesan, keberhasilan ataupun kemegahan duniawi.  Seperti kita ketahui Petrus menyangkal Yesus tiga kali.  Paulus dijatuhkan dari kuda ketika akan pergi ke Damsyik untuk menangkap orang-orang yang percaya kepada Yesus.  Petrus dan Paulus mengalami kegagalan dan saat-saat gelap dalam sejarah hidup mereka.  Namun kemahakuasaan Allah dapat mengubah kejahatan menjadi kebaikan.  St. Petrus dan St. Paulus adalah tiang-tiang Gereja.  Mereka adalah pendosa besar yang diubah dan mendapat daya hidup dari pengampunan Tuhan.

Bagaimana pengampunan bisa menjadi daya yang menghidupkan?
Yesus tidak menyalahkan Petrus atas penyangkalannya, tetapi memandang Petrus dengan kasih (Luk 22:61-62).  Yesus tidak mengungkit-ungkit kejahatan Paulus yang telah menganiaya-Nya, tetapi menjadikan Paulus rasul para bangsa (Kis 26:15-18).  Petrus dan Paulus mengalami kasih dan pengampunan Tuhan justru ketika tidak berdaya, karena ‘dinolkan’.  Mereka diterima apa adanya.

Kita pun dalam hidup berkomunitas, hidup berkeluarga bisa mengalami kasih serta pengampunan Tuhan melalui orang-orang di sekitar kita.  Dan Gereja dibangun di atas batu karang kasih ini.

St.Petrus dan St. Paulus menjadi ciptaan baru.  Mereka bersatu melampaui kenyataan bahwa mereka berbeda.  Yesus mempercayakan kawanan-Nya kepada Petrus.  Paulus dengan semangat berkobar mewartakan bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.

 

Mari kita belajar untuk saling mengasihi dan mengampuni.  Bersama-sama membangun Gereja demi kemuliaan Tuhan.