16 Agustus 2023

PEKAN BIASA XIX – RABU


Marilah kita naik ke gunung Tuhan
Pembacaan dari Uraian St. Agustinus tentang Mazmur 47

 

Seperti kami dengar, begitu pula kami lihat.  O Gereja yang sungguh bahagia!  Engkau telah mendengarnya dan juga melihatnya.  Engkau telah mendengar janji-janji dan engkau telah melihat pemenuhannya; engkau telah mendengar nubuatan, dan engkau telah melihat pelaksanaannya dalam Injil.  Segala sesuatu yang sekarang terlaksana, diramalkan pada zaman dahulu.  Maka tengadahkanlah matamu dan pandanglah di sekelilingmu di seluruh bumi.  Lihatlah umat Allah, pusaka warisan yang sudah merata sampai ke ujung-ujung bumi.  Lihatlah Kitab Suci kini telah terpenuhi.  ‘Semua raja di bumi akan berlutut di hadapan-Nya, semua bangsa akan menyembah Dia!’

Lihatlah pemenuhan kata-kata ini, ‘Dimuliakanlah Allah di atas segala langit – Biarlah kemuliaan-Mu membentang di seluruh bumi!’ Lihatlah Dia, yang tangan dan kaki-Nya ditembusi paku-paku, yang tulang-tulang-Nya dapat dihitung, ketika Ia bergantung pada kayu salib, yang pakaian-Nya dibagi dengan undi.  Lihatlah Dia meraja, Dia yang mereka lihat tergantung di kayu salib; lihatlah Dia bertakhta di surga,  Dia yang mereka hina ketika Ia berkeliling di bumi.  Maka lihatlah terpenuhinya kata-kata, ‘Segala ujung bumi akan teringat dan berpaling kepada Tuhan; dari semua tempat keluarga bangsa-bangsa akan bersujud di hadapan-Nya.’  Lihatlah semuanya ini dan berserulah dengan gembira, ‘Seperti kami dengar, begitu pula kami lihat.’

Memang benar sepantasnya Gereja sendiri itu dipanggil dari antara bangsa yang tak beragama, ‘Dengarkanlah hai putri, dan lihatlah; lupakanlah bangsamu dan rumah bapamu.’  Dengarkanlah dan lihatlah: Dahulu engkau mendengar yang tidak engkau lihat, kemudian engkau akan melihat apa yang telah engkau dengar.  Telah tertulis, ‘Bangsa-bangsa yang tidak Kukenal menghamba kepada-Ku.  Begitu mereka mendengar Aku, mereka taat.’  Jika mereka taat segera setelah mendengar, berarti bahwa tanpa melihat, mereka taat.  Dan di manakah kita membaca, ‘Mereka yang tidak diberi warta tentang Dia akan melihat, dan mereka yang tidak mendengar akan mengerti?’

Yang tidak didatangi oleh para nabi, merekalah yang pertama-tama mendengarkan dan mengerti para nabi.  Mereka yang semula tidak mendengar, lalu kemudian mendengar, menjadi heran.  Mereka yang tidak menerima perutusan para nabi, yang memiliki buku-buku suci, tidak mengerti akan kebenaran; yang menyimpan loh-loh perjanjian, tidak memiliki warisan.  Tetapi, bagi kami, ‘Seperti kami dengar, begitu pula kami lihat’.

‘Di dalam kota Allah balatentara, di dalam kota Allah kita,’ di sana kita telah mendengar; dan di sana pula kita telah melihat!  Allah telah menegakkan kota itu untuk selamanya.  Mereka yang mengatakan, ‘Lihat, Kristus ada di sini,’ atau ‘Lihat, Ia ada di sana,’ tidak punya alasan untuk bangga.  Orang yang mengatakan: ‘Lihat, Kristus ada di sini,’ atau ‘Lihat, Ia ada di sana,’ dia menyebabkan perpecahan.  Tetapi Allah menjanjikan kesatuan: para raja dihimpun untuk bersatu, tidak terpecah-belah karena skisma.  Mungkinkah kota, yang telah mengalasi dunia ini, pada suatu ketika akan dihancurkan?  Sama sekali tidak: ‘Allah sudah menetapkan fondasinya itu untuk selama-lamanya.  Jadi, mengapa kamu takut kalau-kalau langit akan jatuh?’