Kelahiran Santa Perawan Maria

Hari ini kita merayakan Pesta Kelahiran Bunda Maria.  Kegembiraan sukacita dan terang merupakan warna liturginya.

Kelahiran Maria adalah titik temu dua Perjanjian.  Kelahiran Maria mengakhiri perjanjian dan penantian, pemenuhan janji Allah.  Kelahirannya membuka titik baru masa penuh rahmat, Perjanjian Baru Allah.  Kelahiran Bunda Maria membuka kepada sukacita kelahiran agung Yesus pada hari Natal, seperti fajar yang menerbitkan matahari sejati, yaitu Putra Allah, ke dalam dunia.

Keberadaan Maria tak terpisahkan dengan Yesus; Maria terlibat secara penuh dan unik dalam karya keselamatan Allah Tritunggal bagi seluruh umat manusia.  Dengan kelahirannya, Maria menjadi cincin yang menyatukan Yesus Kristus dengan umat-Nya (Mikha 5:1–5).  Dengan kelahiran Maria, Allah mengangkat suatu umat baru yang kecil dan rendah hati.  Melalui dirinya Allah memberi sumber harapan yang tak pernah kering.  Dalam cara yang unik dan khusus, Maria dipersatukan dengan Kristus dan dengan demikian Maria dipenuhi dengan rahmat Allah.

Maria ditebus dengan cara yang lebih mulia karena kekayaan kasih karunia Yesus Putra, Bapa yang mau menjadi Putranya.  Maria terhindar dari dosa asal, maka sejak detik awal dikandung, sejak awal adanya, Maria menjadi milik Kristus dan ikut ambil bagian dalam rahmat penyelamatan dan pengudusan.  Ia dimasukkan sepenuhnya dalam kasih yang bersumber pada “Kasih yang Tersalib”, maka Maria ditempatkan di pusat perjuangan spiritual dalam sejarah keselamatan.  Dia yang kecil dan miskin di hadapan Allah membawa dalam dirinya kemuliaan rahmat yang dianugerahkan Bapa untuk kita semua di dalam Putra yang terkasih.  Oleh-Nya Maria menjadi Ibu kita semua.

Sejarah keselamatan dalam Kitab Suci tidak menyembunyikan dosa dan kejahatan umat Allah, supaya nyata bahwa rahmat penebusan Allah Tritunggal sungguh berkarya sampai akhir zaman: dalam segala sesuatu Allah bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya.  Sebab rahmat-Nya turun-temurun bagi orang yang mengasihi-Nya, dan Maria  mengasihi Allah dengan sepenuh hatinya yang suci.

Kelahiran Maria memberi ruang di bumi bagi kerajaan surga, kelahiran Maria memantulkan kembali Wajah Allah yang telah hilang di dalam jiwa kita. Kelahiran Maria adalah kelahiran kita: hari ini dan selamanya kita mau terus dilahirkan melalui “Ya“ kecil kita, yang dipersatukan dengan fiat Bunda Maria.  Dan bersama Maria kita mau berdiri di kaki Salib Putranya, supaya kehendak Bapa terjadi dalam hidup sehari-hari kita yang sederhana.

 

Ya Maria, bawalah kami dalam sukacita kepada ”Kasih yang Tersalib“, agar kehendak Bapa terjadi dalam diri kami.