Diutus ke dalam Dunia

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui Kebenaran, dan Kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yoh. 8:31-32).  Bagaimana Kebenaran, yang memerdekakan kita ini, membimbing kita sebagai murid-murid Kristus yang diutus ke dalam dunia?  Apa artinya?

Yesus menjelma menjadi manusia seperti kita, supaya kita dapat menjadi seperti Dia.  Meskipun Allah, Dia telah mengosongkan diri dan menjadi sama seperti kita, agar kita menjadi seperti Dia dan berbagi dalam hidup Ilahi-Nya.

Transformasi radikal ini terjadi berkat  karya Roh Kudus.  Selama Yesus berada bersama mereka secara jasmaniah, mereka belum mengakui kehadiran-Nya secara penuh dalam Roh.  Itulah mengapa Yesus mengatakan, “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.  Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur yaitu Roh Kudus itu tidak akan datang kepadamu, tapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh. 16:7).

Yesus mengutus Roh supaya kita para murid-Nya, dibimbing kepada kepenuhan kebenaran hidup Allah.  Kebenaran bukan ide, konsep atau doktrin, namun relasi benar yaitu relasi yang dimiliki Yesus dengan Bapa, artinya kita dimasukkan kedalam pertunangan Ilahi, yang  kepenuhannya terjadi saat Pentakosta ketika Roh Kudus turun ke atas para murid dan tinggal di antara mereka.  Hidup mereka diubah ke dalam hidup Kristus, hidup yang dibentuk oleh Kasih yang ada di antara Bapa dan Putra.  Hidup Rohani ini kita terima saat kita diangkat ke dalam hidup untuk mengambil bagian dalam hidup Allah sendiri.

Diangkat ke dalam hidup Ilahi Bapa, Putra dan Roh Kudus bukan berarti diambil dari dunia.  Sebaliknya justru diutus ke dalam dunia untuk melanjutkan dan memenuhi karya yang sudah dimulai oleh Yesus.  Hidup Rohani tidak melepaskan kita dari dunia tetapi membimbing kita masuk lebih dalam ke dalam kenyataan dunia.  Yesus mengatakan kepada Bapa-Nya, “Seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka kedalam dunia.“ (Yoh. 17:18)

Oleh karena itu hidup dalam Roh Yesus berarti menghidupi kenyataan hidup Yesus di dunia – penjelmaan-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya – kita masuk ke dalam relasi ketaatan Yesus kepada Bapa.  Kita menjadi putra dan putri sebagaimana Yesus adalah Putra. Dan hidup kita menjadi kelanjutan Misi Yesus.  Roh Kuduslah satu-satunya yang menjadi pembimbing kita.

 

Ya Bapa utuslah Roh Kudus-Mu untuk memampukan kami hidup dalam kebenaran dan menghayati relasi keputraan dalam Kristus Putra-Mu sehingga kami dapat menjadi utusan-utusan-Mu yang mewartakan hidup kekal dalam kebenaran sebagaimana Putra-Mu.   Amin.