Jalan Kerendahan Hati

Yesus mengundang kita untuk mengikuti Dia dalam jalan kerendahan hati: “Barangsiapa merendahkan dirinya akan ditinggikan (Luk. 14:11), “Setiap orang yang kehilangan nyawanya demi Aku dan demi Injil akan menyelamatkannya” (Mrk. 8:35),  “Setiap orang yang menjadikan dirinya kecil seperti anak kecil ini adalah yang terbesar dalam Kerajaan Allah”  (Mat. 18:4), “Setiap orang yang mau mengikuti Aku harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku” (Mrk. 8:34), Berbahagialah orang yang miskin, orang yang berduka, orang yang lapar, orang yang dianiaya…” (Mat. 5:3-10), “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” ( Mat. 5:44).

Inilah jalan Yesus dan jalan bagi para murid yang di panggil-Nya.  Suatu jalan yang pertama-tama kelihatannya menakutkan atau setidaknya menyulitkan kita.  Siapa yang ingin menjadi yang terakhir, menjadi seperti anak kecil yang tak berdaya?  Siapa yang mau kehilangan nyawanya?  Yang ingin menjadi miskin, lapar atau berduka?  Semuanya ini nampaknya melawan kecenderungan manusiawi kita yang selalu ingin tampil hebat, kuat, yang pertama dan berkuasa.  Tetapi inilah jalan radikal yang telah ditempuh oleh Yesus.  “Dia yang setara dengan Allah, tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah itu sebagai hak yang harus dipertahankan, tetapi Dia telah mengosongkan diri-Nya…”

Yesus memberi kita keagungan misteri jalan turun: jalan penderitaan, tetapi juga jalan penyembuhan; jalan perendahan, tetapi juga jalan kebangkitan; jalan tangisan, tetapi juga jalan sukacita; jalan ketersembunyian, tetapi juga jalan yang membawa kepada terang yang menyinari semua orang, jalan penganiayaan, penindasan dan kemartiran, tetapi juga jalan menuju kepenuhan kasih Allah.  Setiap kali kita menyediakan waktu untuk Allah dalam doa dan dalam mendengarkan Sabda, kita sedikit demi sedikit akan mengerti tentang jalan turun ini yang membawa keselamatan dan kehidupan sejati di dalam Allah.  Marilah kita menyediakan waktu untuk Allah sehingga Ia dapat menerangi hati kita dan memampukan kita untuk menerima setiap jalan turun, jalan perendahan dan menghayatinya dengan iman yang hidup.

 

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk mau dan rela menempuh jalan turun, jalan kerendahan hati, suatu jalan yang akan membawa kami pada persatuan dengan Dikau secara lebih mendalam.  Amin.