30 Oktober 2023

PEKAN BIASA XXX – SENIN


Janganlah kita berbalik dan melarikan diri dari kehendak Tuhan
Pembacaan dari Surat Bapa Suci Klemens I kepada umat di Korintus

 

Saudara-saudaraku terkasih, hati-hatilah, jangan sampai berkat dan anugerah Allah yang banyak jumlahnya menjadi penghukuman bagi kita; kita harus hidup yang layak bagi Dia dan dalam keselarasan timbal balik berbuat baik serta berkenan kepada-Nya.  Kita baca dalam Kitab Suci, “Roh Tuhan adalah pelita yang meneliti bagian terdalam dari tubuh kita.”

Maka hendaklah kita ingat akan kehadiran-Nya yang begitu dekat, dan sadar bahwa tak satu pun dari pemikiran dan pembicaraan kita tersembunyi bagi-Nya.  Maka, yang betul adalah, bukan mengabaikan kehendak-Nya dan lari meninggalkan-Nya.  Lebih baik kita melawan kegilaan dan kebodohan, serta gertakan-gertakan angkuh orang-orang yang merasa dirinya penting daripada melawan Allah.

Marilah kita menghormati Tuhan Yesus Kristus, yang telah menumpahkan darah-Nya bagi kita.  Hendaklah kita bersikap hormat terhadap mereka, yang ditetapkan menjadi atasan kita, menghargai para penatua kita.  Marilah kita melatih kaum muda agar takut akan Allah.  Marilah kita mengarahkan kaum wanita kepada jalan kebaikan.  Hendaklah tingkah laku mereka menunjukkan bahwa mereka adalah pencinta kemurnian: dengan kelembutan mengungkapkan watak yang murni dan tulus; dengan sikap diam hendaklah mereka menunjukkan kemampuan untuk menguasai lidah mereka; hendaklah mereka memberikan cinta kasih yang sama kepada semua orang yang takut akan Tuhan tanpa membeda-bedakan.

Mengenai anak-anak kita, usahakanlah, agar mereka mendapatkan pendidikan Kristiani, menempuh jalan kemuridan dalam Kristus.  Ajarkanlah kepada mereka betapa tinggi mutu kemurnian dan cinta tanpa cela di mata-Nya: Betapa besar nilai jiwa yang rendah hati di hadapan Tuhan dan betapa baik dan mulia orang yang takut akan Tuhan, sebab dengan demikian datanglah keselamatan kepada semua orang yang memilikinya dan yang menghayati hidup suci dengan hati murni.  Sebab Dia, yang Roh-Nya diam di dalam diri kita, menyelidiki pikiran dan lubuk hati.  Dialah nafas bagi kita; dan sesuai kehendak-Nya, Ia dapat mencabut Roh itu dari kita.

Semua janji ini menemukan peneguhannya dalam iman, kalau kita percaya akan Kristus.  Sebab Kristus sendirilah yang memanggil kita lewat Roh Kudus-Nya, dengan kata-kata ini, “Datanglah, hai anak-anak-Ku; dengarkanlah Aku, dan Aku akan mengajarkan takut akan Tuhan kepadamu. Siapa menginginkan hidup, dan senang melihat hari-hari baik?  Hendaklah kamu menjauhkan lidahmu dari kejahatan dan bibirmu jangan berbicara dusta.  Singkirkanlah perbuatan salah, dan lakukanlah yang baik; carilah kedamaian, jadikanlah itu arah tujuanmu.”

Bapa Yang Maharahim menaruh kasih dan compassio terhadap mereka yang takut akan Dia; dan dengan kebaikan dan kemurahan hati Ia melimpahkan anugerah-anugerah kepada mereka, yang datang kepada-Nya dengan hati tak terbagi.  Maka singkirkanlah semua sikap bermuka dua dan jangan lagi meragukan kurnia-kurnia-Nya yang besar dan mulia kepada kita.