31 Oktober 2023

PEKAN BIASA XXX – SELASA


Tuhan selalu setia akan sabda-Nya
 Pembacaan dari surat Bapa Suci Klemens I kepada umat di Korintus

 

Saudara-saudaraku terkasih, perhatikanlah, bagaimana Tuhan berulang-ulang mengingatkan kita, dengan memberikan bukti-bukti bahwa akan datang hari kebangkitan; dan Yesus Kristus dijadikan-Nya buah pertama dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.

Saudara-saudaraku, lihatlah bagaimana senantiasa ada proses kebangkitan yang terjadi dan sedang berjalan sekarang ini juga.  Siang dan malam memberikan contoh tentang kebangkitan; sebab saat malam tenggelam untuk beristirahat, bangkitlah hari; dan bila hari berlalu dan malam datang kembali.  Atau ambil contoh buah-buahan di bumi: bagaimana dan dengan cara apa terjadi panenan?  Jika penabur keluar dan menaburkan benih di bumi, benih jatuh di tanah, menjadi layu dan membusuk, lalu mati; namun kekuasaan penyelenggaraan ilahi membangkitkannya dari kebusukan, dan dari benih tunggal itu muncullah banyak dan menghasilkan buah.

Maka dengan harapan ini, marilah kita mengikat jiwa kita erat-erat pada Dia, yang selalu setia pada sabda-Nya dan benar dalam keputusan-Nya.  Ia sendiri, yang melarang kita untuk berdusta atau menipu, tidak akan dapat berdusta; dusta itu satu-satunya yang tidak mungkin ada pada Tuhan.  Maka marilah kita menyalakan kembali semangat kepercayaan iman kita kepada-Nya, dan hendaklah kita ingat juga, bahwa segala sesuatu di dunia ini berada dekat pada-Nya.

Dengan sabda keagungan-Nya Ia menjadikan semua yang ada, dan dengan sabda-Nya Ia dapat melebur semuanya kembali.  Sebab siapa dapat berkata kepada-Nya: Apa yang telah Engkau kerjakan?  Atau siapa yang akan dapat melawan kuasa kekuatan-Nya?  Ia akan melakukan segalanya, kapan dikehendaki-Nya dan dengan cara yang dikehendaki-Nya; dan tidak ada sesuatu dari keputusannya yang bisa gagal.  Seluruh alam semesta terbentang di hadapan-Nya, tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagi rencana-Nya: sebab langit mewartakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memasyhurkan karya tangan-Nya.  Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain dan malam yang satu menyampaikan pengetahuan kepada malam berikut; meskipun tidak ada kata-kata atau pembicaraan dan tidak terdengar suaranya.

Maka karena tidak ada sesuatu yang tidak dilihat dan tidak didengar oleh-Nya, marilah kita menghadap Dia dengan rasa takut, dan meninggalkan cara-cara tercela untuk menipu, supaya kita dapat memperoleh perlindungan dalam belas kasihan-Nya pada hari pengadilan nanti.  Sebab siapa di antara kita dapat menghindar dari tangan-Nya yang kuasa; atau dunia mana akan mau menerima orang yang melarikan diri dari pada-Nya?  Seperti dikatakan di dalam mazmur,  “Aku akan pergi ke mana, dan di mana aku akan bersembunyi dari hadirat-Mu?  Jika aku naik ke langit, Engkau ada di sana; jika aku pergi sampai ke ujung bumi, tangan kanan-Mu ada di sana;  jika aku memasang tempat tidurku di lembah terdalam, di sana Roh-Mu ada.”  Maka, ke mana orang itu akan pergi, atau di mana ia dapat menghindari Dia, yang genggaman-Nya menjangkau segalanya?

Kesimpulannya adalah bahwa kita harus mendekati Dia dalam kesucian jiwa, mengangkat kepada-Nya tangan yang murni dan tak bernoda, dalam cinta kasih akan Bapa yang murah hati dan berbelas kasih, yang telah memilih kita sebagai milik-Nya.