Para Kudus

Berdoa bagi mereka yang telah meninggal, mengajak kita untuk berpikir tentang  persekutuan para kudus dan pertukaran anugerah rohani , karena Gereja mempunyai perbendaharaan yaitu perbuatan-perbuatan baik orang kudus.  Apakah artinya? Bukankah setiap orang harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri? Apakah mungkin memakai  perbuatan-perbuatan baik orang lain untuk diri kita sendiri?

Tidak ada manusia yang cukup dengan dirinya sendiri.  Kita semua hidup dengan saling tergantung satu sama lain, bukan hanya secara material tetapi juga secara spiritual dan moral.  Kita dapat melihat dengan jelas dalam hal negatif.  Ada orang yang dengan tindakannya tidak hanya merusak dirinya sendiri, tetapi juga orang lain.  Misalnya dengan menyebarkan hoak  melalui media sosial yang bisa dengan cepat mempengaruhi orang lain yang kurang mampu berpikir dengan kritis.

Tetapi, Puji Tuhan, karena hal ini tidak hanya berlaku dalam hal-hal negatif.  Kita pun bisa menemukan dalam hal-hal positif.  Ada orang yang meninggalkan jejak dalam hidupnya berupa kelimpahan kasih dari ketekunan dalam  penderitaan, dari kehormatan dan kebenaran yang mempesonakan dan menyokong orang lain.  Seluruh Misteri Kristus terletak di sini.  Dengan sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya, Kristus telah menanggung dosa kita, mengambil semua beban dosa dan  menebusnya.  Kematian yang harus ditanggung oleh manusia akibat dosa dikalahkan-Nya dan  hidup baru yang tidak akan binasa dianugerahkan.

Dalam bidang rohani segala sesuatu adalah milik setiap orang.  Tidak ada milik pribadi.  Kebaikan dari yang lain menjadi milik saya dan milik saya menjadi miliknya.  Segala sesuatu berasal dari Kristus, tetapi karena kita milik-Nya, maka apa yang menjadi milik kita menjadi milik-Nya dan mendapat kekuatan yang menyembuhkan.  Inilah arti dari perbendaharaan Gereja yaitu perbuatan-perbuatan baik para kudus.  Dan kalau kita berdoa untuk mohon indulgensi, berarti kita masuk dalam komunio anugerah-anugerah rohani ini dan meletakkan diri kita untuk menerima bagiannya.

 

Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas para kudus yang telah berbahagia di surga.  Kami mempercayakan kepada bantuan mereka, supaya oleh doa-doa dan jasa hidup mereka kami mampu untuk terus mengarahkan hidup kami kepada tujuan hidup sejati, yaitu persatuan dengan Dikau selama-lamanya.  Amin.