10 November 2023

Peringatan Santo Leo Agung


Tugas Pelayanan Kita
Pembacaan dari khotbah Paus Leo Agung*

 

Meskipun Gereja itu tersusun atas berbagai macam tingkatan, hingga seluruhnya terdiri dari berbagai macam anggota, namun – seperti dikatakan oleh Paulus – kita ini semua satu dalam Kristus.  Jabatan tidak membutuhkan pemisahan antara anggota, hingga setiap anggota yang masing-masing kurang pentingnya tidak dapat mengurangi kesatuannya dengan kepala.  Dan demikian dikatakan bahwa dalam kesatuan iman dan pembaptisan, kita memiliki keanggotaan tak terbagikan dan kedudukan sama bagi kita semua.  Hal ini dinyatakan oleh Santo Petrus dengan kata-kata berhikmat, “Bagaikan batu-batu hidup hendaklah kamu dibangun menjadi bangunan rohani, menjadi imamat suci, untuk mempersembahkan korban rohani yang berkenan kepada Allah dengan perantaraan Yesus Kristus.”  Dan selanjutnya ia berkata, “Kamu itu umat pilihan, imamat rajawi, bangsa yang suci, rakyat milik Tuhan sendiri.”

Di dalam pembaptisan, tanda salib membuat semua yang dilahirkan kembali dalam Kristus menjadi raja, dan pengurapan dalam Roh Kudus mentahbiskan mereka menjadi imam.  Maka lepas dari tugas jabatan yang khusus, setiap umat Kristen, yang memiliki kurnia pengetahuan lewat akal budi, secara rohani mengerti, bahwa ia adalah anggota umat rajawi dan ikut serta memiliki jabatan imam.  Sebab adakah yang lebih rajawi daripada jiwa yang dengan menundukkan dirinya kepada Tuhan menjadi pengatur tubuhnya sendiri?  Atau mana yang lebih imami daripada jiwa yang menyucikan nurani murni kepada Tuhan dan pada altar hatinya mempersembahkan korban kebaktiannya yang tanpa cela?

Karena rahmat Tuhan, hal ini sudah milik kita bersama.  Tetapi hal ini juga merupakan sesuatu penuh rahmat dan nikmat padamu, bahwa pada hari aku ditahbiskan, kamu bergembira seakan-akan kehormatan diberikan kepadamu sendiri.  Dengan demikian satu sakramen yang memberikan jabatan imam agung dirayakan dalama seluruh tubuh Gereja.  Apabila minyak pentahbisan dicurahkan, rahmat memang mengalir lebih melimpah kepada tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi, tetapi meleleh juga sampai pada bagian-bagian terbawah.

Jadi, saudara-saudara terkasih, kita mempunyai alasan untuk bergembira bersama karena kita memiliki kurnia rohani ini!  Dengan demikian kita mempunyai dasar yang lebih benar dan tepat untuk bersukacita, jika kita tidak memandang kerendahan kita sendiri, melainkan mengarahkan akal budi kita untuk memandang kemuliaan Rasul Petrus yang suci.  Hal ini akan menjadi lebih sesuai dan lebih berguna bagi kita, karena kita lalu merayakan pesta ini untuk menghormati dia, yang dilimpahi rahmat dari sumber segala rahmat sendiri; begitu banyak rahmat ia terima bagi dirinya sendiri, dan tidak seorang pun memiliki sesuatu, tanpa lebih dulu melalui tangannya.  Sebab Sabda sudah menjadi daging dan hidup di antara kita, dan Kristus sudah membaktikan diri seluruhnya untuk penebusan umat manusia.

 


* Paus dan pujangga Gereja (+ 461).  Penjaga kesatuan umat dalam satu iman yang benar; teladan para gembala: penuh semangat, berhati lapang, berpendirian teguh.