Kegembiraan Hidup

Ada berjuta alasan mengapa kita bergembira, misalnya: mendapat hadiah, lulus ujian dengan nilai memuaskan, jatuh cinta, berhasil meraih impian /cita-cita, berada bersama orang yang kita cintai, dsb.  Di balik itu semua, ada hal mendasar yang dapat menerangi pengertian kita akan kegembiraan hidup: “Berbuatlah baik hai kamu semua dan temukan di dalam semuanya yang membuatmu bergembira!”  Inilah pesan Paus Yohanes XXIII yang dikutip dari Jurnal Jiwa karangannya.  Beliau melanjutkan dengan nasihat praktis: senyum yang biasa menghias bibir dapat mengatasi pergulatan batin, kadang dari egoisme yang hebat, dan menghadirkan kemenangan roh yang mengatasi kontradiksi perasaan /cinta diri; dengan demikian Allah dan sesama mendapat tempat terbaik daripada diriku sendiri.  Berbuat baik mengandung makna pemberian diri, menghadirkan Yesus sepenuhnya karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Flp. 2:13).

Kegembiraan sejati kita alami ketika menyadari bahwa kita dicintai tanpa syarat, tanpa batas dan dengan apa adanya, oleh Seorang Pribadi: Yesus Kristus.  Tiada pengetahuan, tiada kekayaan, tiada kekuatan manusia yang menyamai nilai kebaikan, yaitu: kemanisan, cinta dan kesabaran.  Kegembiraan hidup sangat erat kaitannya dengan damai, yang pertama-tama adalah kenyataan batin dari roh dan pada dasarnya merupakan kondisi ketergantungan penuh cinta dan keputraan akan kehendak Allah.  St. Agustinus mengungkapkannya dengan tepat: “Oh Tuhan, Engkau telah menciptakan kami bagi-Mu dan hati kami takkan tenang sebelum beristirahat di dalam-Mu.”

Dari kesadaran yang tenang dan dalam damai lahir doa murni yaitu: mendengarkan Allah, berbicara kepada-Nya, hening di dalam-Nya, bertanya apa yang menyenangkan bagi-Nya.  Kegembiraan hidup, damai dan doa melahirkan syukur dan adorasi, seperti kata pemazmur: Terang terbit bagi orang benar, kegembiraan bagi orang yang tulus hati.  Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar, muliakanlah nama-Nya yang kudus (Mzm 97:11-12).

 

Ya Bapa, ajarilah kami menemukan kegembiraan hidup dengan menyadari setiap nafas hidup yang masih Kau anugerahkan sambil tersenyum kami berseru bersama pemazmur: Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru, pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya!  Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya, dan anak-anak Sion bersukacita atas Rajanya!  Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya, bangun dari tempat tidur dengan gembira! (Mzm. 149: 2,5).