Menjadi Kristiani

Iman Kristiani di atas segala-galanya adalah suatu pandangan ke depan, suatu upaya untuk hidup dalam pengharapan.  Iman Kristiani tidak didasarkan pada individu yang terisolasi dan terpisah, tetapi berdasarkan pemahaman bahwa manusia menjadi dirinya ketika dia menjadi bagian dari umat manusia, sejarah, dan kosmos, sebagaimana yang benar dan patut bagi makhluk yang merupakan “ roh dalam tubuh”.

Menjadi Kristiani pada dasarnya berarti berubah melampaui diri sendiri untuk berada bagi  yang lain.  Hal ini terjadi apabila seseorang mengalami kasih yang besar; itulah saat “penyelamatan” yang memberi makna baru bagi hidup manusia.  Manusia diselamatkan oleh kasih.  Barangsiapa digerakkan oleh kasih dan berelasi dengan Dia yang tak dapat mati, yang adalah “Hidup” itu sendiri dan “Kasih” itu sendiri, maka manusia menjadi “hidup”.  Hidup secara baru.

Manusia hidup secara baru dengan Allah melalui persekutuan dengan Yesus Kristus, sebab dengan usaha sendiri, manusia tidak mampu mencapainya.  Berada dalam persekutuan dengan Yesus Kristus berarti juga menarik kita ke dalam “keberadaan-Nya” bagi semua orang, itulah sebenarnya arti keberadaan kita.  Allah mewajibkan kita untuk hidup bagi orang lain, tetapi hanya dalam persekutuan dengan Dia, kita sungguh dapat hidup bagi orang lain, untuk semua orang.

Barangsiapa digerakkan oleh kasih, mulai memahami makna pengharapan.  Allah adalah landasan harapan: Allah yang memiliki wajah manusia – Yesus Kristus, yang mengasihi kita sampai kesudahannya (Yoh. 13:1).  Dia mengasihi setiap pribadi dan seluruh umat manusia.  Kerajaan-Nya hadir di mana pun Ia dikasihi dan di mana pun kasih-Nya menjangkau hati manusia.  Pada akhir nasihatnya kepada para pengikut Kristus, Santo Paulus mengarahkan pada pilar-pilar utama pendukung kekristenan “demikianlah tinggal tiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, tetapi yang paling besar di antaranya adalah kasih.” (1Kor. 13:13)

 

Ya Bapa bantulah kami untuk hidup dalam kasih-Mu sehingga dapat hidup bersama dan bagi sesama demi kerajaan-Mu di dunia ini.