24 November 2023

Peringatan
St. Andreas Dung Lac, dkk


Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja
Pembacaan dari riwayat singkat para martir Vietnam

 

Para misionaris Kristen pertama kali membawa iman Katolik ke Vietnam pd abad ke-16.  Misionaris Jesuit adalah yang pertama membuka misi di Da Nang pada tahun 1615.  Mereka berkarya bersama umat Katolik Jepang yang telah diusir dari Jepang.  Pada abad ke-17, ke-18 dan ke-19, umat Kristiani menderita penganiayaan oleh karena iman mereka.  Pada masa pemerintahan Kaisar Minh-Mang (1820-1840), semua karya misionaris asing di Vietnam dinyatakan terlarang.  Kaisar sendiri mencoba untuk membuat orang-orang Kristen Vietnam menyerahkan iman mereka dengan menginjak-injak salib.  Ketika mereka tetap bertahan dengan iman mereka; mereka mulai mengalami penganiayaan dan banyak yang tewas menjadi martir, termasuk di antara mereka 117 martir yang kita rayakan hari ini.

Mereka terdiri dari 96 orang Vietnam, 11 orang Spanyol serta 19 orang Perancis.  Di antara mereka ada 8 Uskup, 50 Imam dan 59 lainnya adalah umat Katolik awam.  Sebagian dari antara para imam tersebut adalah imam Dominikan, sedangkan yang lainnya adalah imam projo dari Serikat Misi Paris (sekarang MEP).  Seorang imam projo seperti mereka yang juga menjadi martir adalah St. Theophane Venard (pestanya diperingati tanggal 6 November).

Santo Andreas Dung Lac (Tran And Dung) yang mewakili kelompok pahlawan iman ini, adalah seorang imam projo asli Vietnam.  Ia lahir pada sekitar tahun 1795 di Bac-Ninh, Vietnam Utara.  Ia adalah putra keluarga kafir yang miskin.  Ketika berusia 12 tahun, keluarganya pindah ke Hanoi, di mana orangtuanya mendapatkan pekerjaan.  Disana ia bertemu seorang katekis dan mendapat makanan dan tempat tinggal darinya.  Ia juga memperoleh pelajaran mengenai iman Kristen selama tiga tahun, dan kemudian dibaptis di Vinh-Tri dengan nama baptis Andreas.  Setelah mempelajari bahasa Mandarin dan Latin, Andreas menjadi seorang katekis, dan mengajarkan katekismus.  Andreas terpilih untuk belajar teologi, dan pada 15 Maret 1823 menerima tahbisan Imamat.  Sebagai pastor paroki di Ke-Dam ia terus-menerus berhomili.  Andreas sering berpuasa dan hidup sederhana, ia juga menjadi contoh baik bagi masyarakat, dan banyak orang ingin dibaptis.

Pd 1835, Andreas ditangkap pada saat penganiayaan Kaisar Minh-Mang, yang juga mendapat julukan Kaisar Nero dari Vietnam, tetapi ia dibebaskan setelah anggota-anggota kongregasi yang ia layani membayar kebebasannya.  Untuk menghindari penganiayaan, ia mengganti namanya menjadi Andreas Lac dan pindah ke daerah lain untuk melanjutkan karyanya.  Tetapi pada 10 November 1839 ia ditangkap kembali, kali ini bersama St. Petrus Thi, seorang imam Vietnam lain yang sedang dikunjunginya sehingga ia dapat mengaku dosa.  Sekali lagi Andreas dibebaskan bersama dengan St. Petrus Thi, dengan membayar uang.  Kebebasan mereka hanya sementara.  Mereka ditangkap kembali dan dibawa ke Hanoi, di mana mereka disiksa dengan kejam.  Andreas meninggal dunia sebagai martir dengan dipenggal kepalanya di Ô Cau Giay, Vietnam pada 21 Desember 1839.

Pada 27 Mei 1900, Andreas Dung Lac dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII.  Dan ia termasuk 117 martir yang dikanonisasi oleh Paus St. Yohanes Paulus II pd 19 Juni 1988.  Para martir Vietnam menderita untuk membawa harta terbesar yang mereka miliki: iman Katolik mereka.  Mereka mampu menanggung penyiksaan karena mereka percaya bahwa Yesus ada bersama mereka dalam segala hal.