Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Liturgi hari ini mengundang kita untuk memusatkan pandangan kita pada Kristus, Raja Semesta Alam.  Yesus Kristus mewujudkan Kerajaan-Nya melalui keakraban dan kelembutan-Nya kepada kita.  Dialah Sang Gembala.  Ia bukanlah Raja menurut pikiran duniawi.  Bagi-Nya, meraja bukanlah memberi perintah, tetapi menaati Bapa; memberikan diri-Nya kepada Bapa, kepada apa yang diinginkan Bapa, agar rencana kasih dan penyelamatan-Nya bagi umat manusia terlaksana.  Injil mengajarkan apa yang dituntut dari kita bagi Kerajaan Yesus, yaitu agar keakraban dan kelembutan menjadi pedoman hidup kita juga, dan atas dasar itulah kita akan dihakimi.

Untuk itu, jika kita mau diselamatkan, tidak cukuplah mengakui kedaulatan Yesus Kristus, bahwa Yesus adalah Raja, melainkan juga perlu mengikuti jejak-Nya, meneladan-Nya terutama dalam menjalankan karya-karya belas kasihan untuk mewujudkan Kerajaan-Nya, yang seringkali tersembunyi dalam hidup keseharian.  Walaupun disebut ‘karya’, namun itu seringkali terjadi di saat-saat biasa, yang hampir tidak kita sadari, saat kita mengikuti dorongan rahmat untuk mendekati saudara-saudari di dekat kita yang membutuhkan dan mengulurkan tangan bagi mereka.  Orang yang melaksanakan karya-karya itu, menunjukkan bahwa ia telah mengakui kedaulatan Kristus, karena ia telah membuka hatinya bagi cinta kasih Allah.

Pada akhir hidup kita, kita akan dihakimi berdasarkan kasih kita itu, keakraban dan kelembutan kita terhadap saudara-saudari kita.  Berdasarkan kasih itulah kita akan dinilai apakah pantas masuk ke dalam Kerajaan Allah, atau kita dikeluarkan darinya.  Melalui kemenangan-Nya, Yesus telah membuka Kerajaan-Nya bagi kita.  Marilah kita masuk ke dalamnya, dengan berada dekat dengan sesama kita dengan cara-cara konkrit, memulai hidup kita sekarang – Kerajaan-Nya mulai sekarang.

 

Maka, marilah kita menghadap Tuhan Yesus, Raja kita, sambil berseru: “Datanglah Kerajaan-Mu, ya Tuhan.  Jadikanlah hati kami penuh keterbukaan dan perhatian kepada kebutuhan sesama kami agar kami dapat masuk ke dalam Kerajaan-Mu dan bersama-sama menikmati kepenuhan kasih-Mu.”