19 Desember 2023

Novena Natal – Hari ke-3


Penjelmaan yang menyelamatkan
Pembacaan dari uraian St. Ireneus melawan kaum bidaah

 

Tuhan itu keagungan manusia, tetapi manusialah yang menjadi penerima perbuatan Tuhan dan penampung semua kebijaksanaan dan kemuliaan Allah.  Seperti seorang dokter diuji dalam orang-orang sakit, begitu juga Tuhan menyatakan diri dalam manusia.  Maka dari itu Rasul Paulus berkata, “Tuhan menutup semua sikap tak beriman, untuk menaruh belas kasihan kepada semua.”  Di sini ia berbicara tentang manusia yang tidak taat kepada Allah dan terbuang dalam kematian, kemudian mendapatkan belas kasih dengan perantaraan Putra Allah, diangkat menjadi putra di dalam Dia.

Tanpa kesombongan atau bermegah diri, manusia harus mempunyai penilaian yang benar tentang makhluk ciptaan dan Penciptanya, yaitu Tuhan, yang tinggi penuh kuasa, yang memberikan keberadaan kepada semuanya.  Manusia harus tinggal di dalam cinta Tuhan, menyerahkan diri dan merasa syukur.  Kalau ia melakukan ini, ia akan menerima kemuliaan lebih besar dari Allah, dan terus bertumbuh sampai menjadi seperti Dia, yang mati untuknya.

Ia juga menjadi sama dalam tubuh dosa untuk menghukum dosa, dan setelah dihukum, dibuang dari tubuhnya.  Ia datang untuk mengundang manusia menjadi sama seperti Dia, mengarahkannya untuk meneladan Tuhan, menempatkannya dibawah ketaatan kepada Bapa untuk melihat Allah, memberinya kekuatan untuk mengerti Bapa.  Yang melakukan ini ialah Sabda Allah, yang diam di dalam manusia dan menjadi Putra manusia, untuk membiasakan Tuhan diam di dalam manusia, menurut kehendak Bapa.

Itulah sebabnya Ia menjadi tanda keselamatan bagi kita, Sang Immanuel, yang lahir dari Perawan, dan diberikan sebagai tanda kepada kita oleh Tuhan sendiri.  Tuhanlah yang menyelamatkan manusia, karena manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya.  Ketika Rasul Paulus berkata, “Aku tahu, bahwa tidak ada sesuatu yang baik diam di dalam dagingku,” ia mengakui kelemahan manusia ini, dan ia menyatakan, bahwa yang baik dan yang menyelamatkan kita itu tidak berasal dari diri kita sendiri, tetapi dari Allah.  Maka di lain tempat ia berkata, “Aku manusia celaka, siapa akan membebaskan aku dari tubuh kematian ini?” dan kemudian menampilkan pembebas, “rahmat Tuhan kita Yesus Kristus”.

Yesaya mengatakan hal yang sama, “Kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah, jadilah berani, hai orang yang berkecil hati, teguhlah dan jangan takut.  Lihat, Tuhan kita datang dengan keadilan dan pembalasan; Ia akan datang menyelamatkan kita” sebab bukan oleh karena usaha kita sendiri, melainkan oleh pertolongan Tuhan kita diselamatkan.