Gedono
15 Januari 2024

Peringatan St. Maurus dan St. Placidus


“Dengarlah Anakku, Perintah Gurumu”
Dari buku petunjuk kepada anak rohani yang diakukan pada St. Basilius Agung, Uskup

 

Dengarlah anakku, petunjuk bapamu, condongkanlah telingamu kepada kata-kataku: perhatikanlah dengan ikhlas dan sambutlah dengan hati penuh kepercayaan semua yang dikatakan kepadamu.  Aku hendak mengajarkan kepadamu mengenai perjuangan rohani dan mengenai cara bagaimana kamu harus berjuang bagi rajamu.  Dengarlah aku dengan perhatian penuh dan jiwamu janganlah diberati rasa kantuk, sebaliknya bersiaga dan berusahalah dengan bijaksana untuk mengerti percakapanku.  Kata-kata ini sesungguhnya tidak berasal daripadaku, tetapi keluar dari sumber Ilahi. Aku tidak akan menyampaikan ajaran baru, tetapi yang kupelajari dari para leluhurku.  Jika ajaranku ini kaubiarkan masuk ke dalam hatimu, maka jalan hidupmu akan membentang ke dalam damai dan kejahatan takkan mendekatimu bahkan setiap musuh jiwamu akan menjauh daripadamu.

Anakku, jika engkau berhasrat untuk berjuang bagi Tuhan, usahakanlah agar jangan berjuang untuk hal lain di luar Dia.  Seperti halnya seorang prajurit dari seorang raja dunia taat kepada semua perintahnya, demikian juga prajurit dari seorang raja surgawi haruslah mematuhi perintah Ilahi. Prajurit duniawi siap dan bersedia untuk pergi kemana saja mereka diperintahkan.  Terlebih-lebih prajurit Kristus, harus taat tanpa menunda-nunda perintah rajanya.  Yang pertama memakai senjata tubuh untuk melawan musuh daging, engkau sebaliknya perlu senjata rohani untuk melawan musuh rohani.  Yang pertama memakai topi baja dan besi di kepalanya, tetapi engkau hendaklah Kristus-lah yang merupakan topi bajamu, Dia yang adalah kepalamu.  Yang pertama untuk tidak terluka mengenakan baju besi, dengan cara yang sama dilingkungi oleh iman dalam Kristus. Prajurit, untuk jerih payah di dunia telah menerima pahala duniawi, tetapi engkau oleh jerih payah rohani, akan menerima pahala surgawi.  Sesungguhnyalah, pahala surgawi menantikan rahib yang membuang jauh segala tingkah laku duniawi dari dirinya dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan duniawi, serta berjuang untuk Kristus.

Oleh karena itu, pertimbangkanlah dirimu untuk raja macam apakah engkau bersedia berjuang.  Betapa lebih tinggi kerajaan surgawi dibandingkan dengan kerajaan duniawi; betapa lebih unggul pasukan surgawi dibandingkan dengan pasukan duniawi.  Dan jika kamu mau mendirikan sebuah menara, persiapkanlah sarana-sarana yang diperlukan untuk membuatnya, agar sesudah meletakkan dasarnya engkau sanggup untuk menyelesaikannya, sehingga tidak menjadi bahan ejekan tetanggamu (Luk. 14: 28).  Dan menara itu tidak didirikan dari batu, tetapi dari keutamaan jiwa.  Anakku, peliharalah satu-satunya arah dalam hidupmu, jika engkau hendak melayani Allah yang satu.  Dan janganlah engkau mencari kesenangan lain dalam hidupmu, kecuali hanya pada Dia saja.