Sekolah Cinta Kasih

Santo Bernadus menyebut pertapaan sebagai Sekolah Cinta Kasih.  Ketika kita memilih untuk masuk Sekolah Cinta Kasih, pertanyaannya adalah: bagaimana kita mulai belajar tentang kasih?  Tempat kelahiran kasih adalah Allah, karena Allah adalah Kasih dan sumber segala kasih.  Maka belajar cinta kasih adalah belajar tentang Allah.

Para bapa Cistesiensis berbicara tentang Allah dari pengalaman mereka, dan kita bisa masuk dalam pengalaman yang sama.  “Saya kagum akan kedalaman kebijaksanaan-Nya.  Saya telah mengalami kebaikan dan belas kasih-Nya.  Saya telah melihat kemuliaan kebangkitan-Nya yang mengagumkan, dan ketika saya mengkontemplasikan semua itu, saya dipenuhi dengan takwa dan kagum akan kebesaran-Nya yang berlimpah-limpah.”  (St. Bernardus).

Siapakah murid dari sekolah cinta kasih ini?  Kita semua, manusia biasa ini dengan semua kekuatan dan kelemahannya.

Para bapa Cisterciensis mempunyai pandangan yang sangat positif tentang kodrat  manusia dan nilai manusia.  Santo Bernardus mengatakan dengan kuat: ”Kita  berharga karena martabat rajawi yang dianugerahkan Allah kepada kita, kemampuan untuk menerima sesuatu yang besar, untuk suatu keabadian, yaitu: Allah sendiri – CAPAX  DEI.  Sungguh berharganya manusia: dia memiliki kemampuan akan kekudusan kekal dan kemuliaan Allah.  Dengan nafas mulut-Nya sendiri, Allah menciptakan kita masing-masing, kita diberi meterai serupa dengan Dia, dan dengan darah-Nya kita telah ditebus, kita diberi anugerah iman, dan diangkat dalam Roh”.

Ia melanjutkan: “ Meskipun kita telah jatuh  dari “daerah keserupaan” karena dosa, diusir dari surga kebaikan hati nurani, menjadi orang buangan di tanah asing, tanah ketidakserupaan, terpisah dari Allah dan dari diri kita sendiri, keutuhan sejati diri kita dapat dipulihkan.  Keserupaan kita dengan Allah hanyalah dikaburkan bukan dihancurkan, MELALUI KASIH, DAPAT DIPULIHKAN.  Kristus kebijaksanaan Allah telah datang untuk membalut luka-luka dosa manusia dan membawa kita kembali kepada Allah dan diri kita yang sejati “.

Maka tugas yang kita hadapi di Sekolah Cinta Kasih ini adalah membiarkan keserupaan itu dibentuk kembali dalam diri kita.  Seluruh perhatian orang-orang yang mengasihi Tuhan tertuju pada perbaikan keindahan batin yang dijadikan menurut gambar Allah, dan dibarui dari hari ke hari, inilah yang disebut pertobatan.  Mereka yakin bahwa tidak ada sesuatu pun yang lebih menyenangkan hati Allah selain gambar-Nya sendiri dikembalikan ke keindahan aslinya.

 

Marilah kita menjadi murid yang tekun dalam Sekolah Cinta Kasih agar gambar Allah dalam diri kita bersinar lagi dan kita semakin menjadi anak-anak yang berkenan kepada Bapa.