15 Februari 2024

KAMIS sesudah RABU ABU


Kebaikanku adalah bersatu dengan Engkau, ya Tuhan
Pembacaan dari Khotbah Pertama St. Bernardus tentang Permulaan Masa Prapaskah (2)

 

Kebaikanku adalah bersatu dengan Engkau, ya Tuhan, yang mulia dan terberkati selamanya.  Aku akan mengikuti-Mu ke mana pun Engkau akan pergi, bahkan melalui api pun, aku tidak akan terpisah dari-Mu; dan aku tidak takut bahaya karena Engkau besertaku.  Engkau membawa deritaku dan menanggungnya untukku.  Engkau mendahului aku melalui jalan sempit penderitaan untuk memudahkan pengikut-Mu mengikuti langkah-langkah-Mu.

“Siapakah yang dapat memisahkan kita dari cinta Kristus ?” Sebab seluruh tubuh-Nya mendapat kekuatan dari cinta Kristus.  Cintalah yang menjadikan “baik dan menyenangkan tinggal bersama sebagai saudara.”  Cinta merupakan urapan yang sungguh berharga yang berasal dari Sang Kepala, Sang Penyelamat.

Minyak itu “turun ke janggut”, ya, turun dari kepala sampai ke jubah, bahkan sampai ke ujung jubah sampai ke bagian yang terkecil dari tubuh, minyak itu dibagikan.  Sebab kepala merupakan kepenuhan Rahmat sehingga “kitapun telah menerima dari kepenuhan-Nya.”

Kepala adalah sumber rahmat Ilahi yang tak pernah kering; di kepala ada segala urapan rohani yang berharga dan berlimpah.  Sebagaimana yang dikatakan pemazmur, “Allah, Allahmu telah mengurapi Engkau dengan minyak sukacita.”  Sebagaimana Sang Kepala yang telah memperoleh kelimpahan urapan dari Bapa, Maria pun tanpa gentar mengurapi-Nya dengan minyak narwastu yang mahal.  Para murid memang mengeluh waktu melihat itu, tetapi Sang Kebenaran menjawab kepada mereka dengan membela dia: “Biarkanlah, dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.” (Yoh 12:7)