1 Maret 2024

PEKAN II PRAPASKAH – JUMAT


Tuhan melepaskan daku dari jerat perangkap
Pembacaan dari Khotbah Ke-III St. Bernardus tentang Mazmur 90

 

Manusia sejak semula ditinggikan pada suatu martabat yang luhur,  tetapi tidak mampu mempertahankannya dan dengan demikian menjadi seperti binatang yang bodoh.  Manusia telah menjadikan dirinya seperti binatang yang tak dapat mengerti, seperti domba yang hilang tanpa gembala.  Atas dasar apakah mereka dapat membanggakan diri?  Bagaimana mereka dapat memikirkan  diri mereka sebagai manusia yang pandai?  Lihatlah keadaanmu yang rendah, seekor binatang yang terancam oleh perangkap burung untuk ditangkap.  Siapakah pemburu itu?  Mereka itu tidak lain dari para penguasa alam maut, ahli dalam merancang kejahatan dan merencanakan penipuan jahat.  Di hadapan mereka, manusia cerdik pun, tak ubahnya seperti binatang yang mau ditangkap oleh si pemburu, kecuali mereka, yang seperti dikatakan Sang Rasul: mengenal dengan baik rencana si jahat.

Aku mohon kepada kalian yang belum punya pengalaman secukupnya untuk membedakan yang baik dari yang jahat, aku mohon agar kalian jangan mengikuti setiap pertimbangan dari hati kalian.  Jangan mengikuti setiap dorongan naluri,  agar tidak menjadi mangsa bagi si pembunuh yang cerdik.  Semoga kalian seperti rusa yang bijaksana membunuh si ular dan menimba dari sumber hidup, dengan melarikan diri dari jerat perangkap yaitu godaan yang penuh tipuan,  yang  digunakan oleh si pembunuh untuk mencoba  menangkap kalian.  Aku mohon agar kalian merendahkan diri di bawah tangan Allah Yang Mahakuasa.  Dialah gembala kalian.  Biarkanlah dirimu dibimbing oleh nasihat orang yang sudah mengenal segala bentuk tipu daya itu dengan baik.

Kita telah melihat siapakah binatang-binatang itu dan siapakah si pemburu.  Sekarang marilah kita lihat apakah jerat perangkap itu.  Sang Rasul menunjukkan kepada kita dengan menulis, “Barangsiapa berusaha untuk memperoleh kekayaan di dunia ini,  jatuh dalam jerat perangkap yaitu godaan-godaan si jahat.”  Kalian yang telah menolak segala kekayaan duniawi untuk mengikuti Tuhan, yang tidak pernah punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya, bersukacitalah dan katakanlah: “Dia telah melepaskan daku dari jerat perangkap.”  Pujilah Dia dengan segenap hati, dari kedalaman jiwamu dan dengan segenap kekuatan. Bersyukurlah kepada-Nya dari lubuk hatimu yang terdalam dan ulangilah: “Dia telah melepaskan daku dari jerat perangkap!”

Bukankah kemiskinanmu lebih berharga dari semua harta benda duniawi?  Karena membebaskanmu dari bahaya yang begitu besar?  Sekali lagi kukatakan, bersukacitalah tetapi dengan penuh takwa.  Saya ingin bahwa kalian bersukacita dalam Roh dengan penuh takwa yaitu dengan berjaga-jaga agar tidak jatuh lagi.  Saya kira hanya ada satu hal yang sangat berbahaya, yaitu dosa Yudas: pengkhianatan.  Kita semua harus betul-betul takut, jangan-jangan terjadi kita bersikap menghina Allah, bahkan sampai menolak-Nya.  Atau meskipun kita tidak menolak Allah secara terbuka karena malu, tetapi secara perlahan-lahan diseret kepada penolakan Allah dalam hati melalui sikap kita yang suam-suam kuku.  Itulah yang harus kita takuti jika kita berada dalam badan ini.