21 Maret 2024

PEKAN V PRAPASKAH – KAMIS


Allah menghibur kita
Pembacaan dari kotbah Beato Guerikus dari Igny

 

Diberkatilah Allah Bapa yang penuh belas kasih dan Allah segala penghiburan, yang menghibur kita dalam semua pencobaan kita.  Orang benar banyak mengalami pencobaan, tetapi Tuhan akan membebaskan mereka dari semua itu.  Kita menderita dua macam pencobaan, bukan karena kita hanya terdiri dari dua bentuk kodrat; daging dan roh, tetapi juga karena kita hidup dalam dua tingkat, sebagian menurut daging, sebagian menurut roh.  Dalam dunia kita seluruhnya adalah dagingiah, di surga kita akan menjadi rohaniah seutuhnya.  Sementara sekarang ini keadaan kita sebagian dagingiah dan sebagian rohaniah.

Karena itu sekarang ada dua bentuk pencobaan, untuk yang dagingiah dalam kita, kita mengeluh karena kemalangan, untuk yang rohaniah, kita mengeluh karena kejahatan.  Jika tidak ada yang dagingiah di dalam kita, tidak ada kejahatan yang mendukakan kita, juga tidak ada kejahatan apa pun.  Jika tidak ada yang spiritual, kejahatan tidak akan menyedihkan kita tetapi malah menyenangkan kita.  Maka kesedihan kita yang disebabkan oleh kemalangan adalah kedagingan dan keduniawian kita, sedangkan kesedihan yang disebabkan oleh kejahatan adalah spiritual dan Allah.  yang satu membawa pada kematian jika penghiburan kurang, yang lain membawa pada keselamatan jika penghiburan tidak kurang.

Begitu penting untuk menentukan penghiburan macam apa yang diberi pada orang yang menderita kemalangan lahiriah, sebab Allah mengancam penghiburan orang kaya dengan kesengsaraan abadi.  Sebab sebagian besar orang yang telah direndahkan oleh kemalangan menjadikan semua lebih sombong melalui kemakmuran, dan dari kegemukkan mereka muncul kejahatan.  Sungguh mereka berani menggusarkan Allah meskipun Dialah yang telah memberi segala sesuatu ke dalam tangan mereka.

Bagi kita sendiri ketika penghiburan sementara berlimpah kita hendaknya semakin bersyukur dan semakin rendah hati dan ketika itu tidak ada kita semakin yakin dan bahagia akan ganjaran kekal.  Ketika tubuh sehat atau cuaca baik atau persediaan kebutuhan kita banyak, hendaknya kita menggunakannya dan membagikannya dengan bijaksana, sehingga itu tidak menjadi suatu kesempatan untuk berdosa tetapi terlebih menolong untuk menumbuhkan keutamaan.  Kita hendaknya melakukan yang baik dengan apa yang baik daripada melakukan yang jahat dengan apa yang baik.

Semoga jiwaku menolak dihibur dengan penghiburan yang menumbuhkan kesenangan dan kesombongan, daripada kenikmatan dosa yang singkat, biarlah jiwa memilih menderita bersama Musa dan orang Israel sejati.  Tetapi entah kita dihibur secara kelihatan atau menderita, diberkatilah Allah yang telah menganugerahkan penghiburan batin dan kekal dalam hati kita, kegembiraan harapan yang menyakinkan kita hingga pada kemuliaan bahkan dalam pencobaan, menjanjikan bahwa jika kita ambil bagian dalam penderitaan-Nya, kita akan ambil bagian dalam kerajaan-Nya.