Misteri Perjamuan Terakhir

Pada Perjamuan Terakhir yang kita rayakan pada hari Kamis Putih hari ini, misteri Yesus – misteri kasih-Nya diungkapkan kepada kita.  Misteri penyerahan diri Yesus kepada kejahatan untuk mengalahkan kejahatan tanpa pembelaan tapi dengan penyerahan diri pada kehendak Bapa.  Tindakan pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus pada para murid pada Perjamuan Terakhir melambangkan misteri kasih yang penuh simbol dari penyerahan total hidup-Nya.  Kita pun diajak untuk memberikan totalitas pelayanan yang sama kepada sesama dalam hidup kita sehari-hari dengan rela melayani, saling membasuh kaki dalam kasih dan pengampunan.

Kita juga dapat membasuh kecenderungan kita akan dosa, kehendak yang sakit dan penuh luka.  Kita telah dimurnikan dalam pembaptisan yang menghancurkan dosa asal; kita diberi rahmat agar hawa nafsu jangan sampai merugikan kita, asal kita tidak menyetujuinya, sehingga kita dilepaskan dari luka yang diakibatkan oleh dosa asal.  Percaya bahwa rahmat akan menolong kita.  Kita diberi tanda dalam bentuk Sakramen Tubuh dan Darah Kristus yang kita terima dalam perayaan Ekaristi agar kita yakin dan semakin diteguhkan dalam komunio umat beriman.

Tubuh dan Darah Kristus mengerjakan dua hal dalam diri kita yaitu: mengurangi naluri kecenderungan kita terhadap dosa ringan dan menghapus persetujuan kita akan dosa lebih berat (St. Bernardus).   Hanya dengan iman dan penyertaan rahmat yang hadir melalui Tubuh dan Darah-Nya yang kita terima dalam Ekaristi, kita dapat hidup dan tumbuh.  Kita yang miskin, rapuh dan mudah jatuh dalam dosa-dosa dikuatkan oleh kehadiran-Nya.

Berkat Sakramen Imamatnya, imam tertahbis bertindak sebagai yang mewakili Kristus.  Mereka ambil bagian dalam misteri Kristus ini secara aktif.  Maka tanpa kehadiran imam, Gereja akan kehilangan kontak langsung dengan Mempelai dan Tuhannya.  Janji imamat dibarui pada hari Kamis Putih. Pada saat ini sebagai mempelai wanita – Gereja pun diundang untuk masuk dalam misteri komunio ilahi melalui Perayaan Ekaristi dan membarui janji kepada Kristus bersama para imam.

 

Marilah kita mengikuti Perayaan Ekaristi Kamis Putih hari ini untuk membarui janji kasih dan mewartakan misteri iman kita: “Wafat Kristus kita maklumkan, kebangkitan-Nya kita muliakan, kedatangan-Nya kita rindukan.”