3 April 2024

OKTAF PASKAH – RABU


Kristuslah asal mula kebangkitan dan kehidupan
Pembacaan dari homili Paskah seorang penulis jaman purba

 

Santo Paulus bergembira karena kita telah dipulihkan kembali dalam kesehatan rohani.  Ia berseru, “Seperti melalui Adam maut datang ke dunia, demikian juga melalui Kristus keselamatan dipulihkan kembali kepada dunia.”  Katanya pula, “Manusia pertama berasal dari tanah; jadi ia jasmaniah!  Manusia kedua berasal dari surga; jadi ia surgawi!”

Ditambahkannya, “Seperti kita dulu membawa gambar manusia jasmaniah, yaitu dengan kodrat lama yang diliputi dosa,” baiklah kita sekarang membawa gambar manusia dari surga.  Artinya: Baiklah kita selalu tinggal dalam Kristus, dan berpegang teguh pada kodrat, yang telah diselamatkan, diterima, ditebus, dipulihkan dan dimurnikan.  Sebab Paulus berkata: Pertama-tama adalah Kristus, asal mula kebangkitan dan kehidupan, kemudian mereka yang menjadi milik Kristus.”  Siapakah itu milik Kristus?  Tidak lain ialah: mereka yang hidup meneladan kemurnian Kristus; mereka yang hidup dalam harapan tak tergoncangkan karena kebangkitan-Nya; mereka yang bersama dengan Dia akan memiliki kemuliaan surga, yang dijanjikan kepada kita.

Tuhan kita sendiri berkata di dalam Injil, “Barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan binasa, melainkan akan berpindah dari maut kepada hidup.”  Demikianlah kesengsaraan Penyelamat menjadi keselamatan umat manusia.  Itulah sebabnya, maka Ia mau mati untuk kita, supaya kita percaya akan Dia, dan hidup selamanya.  Untuk sementara Ia menjadi seperti kita, agar kita menerima janji keabadian-Nya dan hidup dengan Dia untuk selamanya.

Inilah hari raya, yang kita nantikan sepanjang tahun, awal nyata dari peristiwa yang memberi kehidupan.  Di sini kita diberi rahmat misteri surga, anugerah Paskah.  Dalam pesta ini anak-anak dilahirkan dalam pembaptisan hidup, di dalam Gereja kudus; mereka dilahirkan kembali dalam kesederhanaan seorang bayi, dan berseru dengan suara hati yang tak berdosa.  Di sini bapa yang suci dan ibu yang tak bercela melahirkan dalam iman keluarga baru yang tak terhitung jumlahnya.

Pada hari raya ini bejana pembaptisan, Rahim yang melahirkan hidup suci, diterangi oleh cahaya lilin-lilin di bawah salib, batang pohon iman!  Di sini manusia disucikan oleh kurnia rahmat surgawi dan diberi makan dengan makanan rohani, misteri suci.  Di sini Gereja terkumpul dalam persaudaraan dan kesatuan!  Di sini Gereja diberi santapan.  Sambil menyembah hakikat Allah yang satu dan tiga pribadi penuh kuasa, umat berpadu suara dengan para nabi menyanyikan mazmur perayaan tahunan ini, “Inilah hari yang dijadikan Tuhan.  Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya!”  Hari apakah ini?  Inilah hari sumber hidup, permulaan cahaya terang, asal mula hidup!  Inilah hari Tuhan kita Yesus Kristus, yang berkata tentang diri-Nya, “Aku ini terang hari.  Siapa yang berjalan dalam terang, tidak akan tersandung.”  Artinya: Apabila orang mengikuti Kristus dalam segala, ia akan berjalan melewati jejak Kristus menuju takhta terang abadi sendiri.

Sewaktu Kristus masih hidup dalam tubuh manusia, Ia berdoa kepada Bapa dengan kata-kata ini, “Bapa, Aku ingin, agar mereka yang percaya kepada-Ku tetap bersama Aku, di mana pun Aku berada, mereka juga berada.  Biarlah mereka juga tetap tinggal di dalam kita, seperti Engkau ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau.”