Maria, Penunjuk Jalan

Pada bulan Mei ini banyak orang melakukan ziarah ke berbagai gua Maria untuk menunjukkan baktinya kepada Santa Perawan Maria. Memang devosi kepada Santa Perawan Maria bukanlah suatu yang kebetulan terjadi, tetapi memiliki intisari Kristianitas yang sejati.  Apakah peran Maria dalam hidup rohani kita?

Dom Marmion, seorang rahib Benediktin mengatakan, bahwa ia pergi kepada Allah melalui Yesus, dan Maria membantunya untuk mengenal Putranya dan menyuruhnya untuk pergi kepada-Nya.  Pemahamannya akan peran Maria dalam kehidupan rohani diilhami oleh kisah yang diceritakan Santa Mechtildis.  Pada suatu hari, di saat misa kudus berlangsung, Santa Mechtildis bertanya kepada Santa Perawan Maria tentang kekudusan sejati. Santa Perawan Maria menjawab pertanyaannya dengan mengatakan, “Jika kamu menghendaki kekudusan sejati, mendekatlah kepada Putra-ku: Dia sendiri adalah kekudusan itu, dan yang menguduskan segala sesuatu.”  Kemudian Santa Perawan Maria memberitahu Santa Mechtildis jalan untuk tinggal dekat Yesus, yaitu dengan masuk ke dalam misteri-misteri-Nya.  Santa Perawan Maria mengatakan ini karena ia sendiri disatukan dengan semua misteri Putranya.  Dengan menceritakan kisah ini, Dom Marmion mengajak kita untuk “mengkontemplasikan Santa Perawan Maria di sisi Putranya; sebagai gantinya, Santa Perawan Maria akan memperolehkan bagi kita kuasa untuk masuk lebih dalam ke dalam pemahaman akan misteri-misteri Putranya yang kepadanya Santa Perawan Maria dipersatukan secara erat.  Dalam rencana keselamatan Allah, Santa Perawan Maria tidak terpisahkan dari Yesus.

Maka dengan memberi penghormatan kepada Santa Perawan Maria, kita mengakui bahwa Santa Perawan Maria mempunyai tempat istimewa dalam hidup rohani kita.  Sebagai seorang ibu, ia menaruh perhatiannya bagi kita, untuk keselamatan kita.  Bukan dirinya yang berada di pusat tetapi ia menunjukkan jalan itu, yaitu Putranya yang akan membawa kita kepada Allah.  Maka doa-doa yang kita panjatkan melalui Santa Perawan Maria seharusnya membawa kita semakin mengenal misteri Putranya, untuk dapat tinggal dekat dengan Dia.  Kita bisa melihat contoh doa itu dalam doa Rosario.  Setiap kali kita berdoa Rosario kita merenungkan bersama Santa Perawan Maria misteri hidup Yesus, Putranya.

 

Marilah kita menghayati hidup kita sebagai putra-putri Santa Perawan Maria yang menyadari akan perannya yang istimewa bagi hidup rohani kita yang akan membawa kita dekat kepada Yesus dan akan menghasilkan buah kekudusan yang sejati.