Selasa Pekan III Prapaskah
Menjadi seorang Kristiani yang dewasa
Kita harus mampu mengesampingkan pertimbangan ekonomis mengenai diri palsu kita dan masuk ke dalam cahaya Kristiani di mana masing-masing hidup bukan untuk dirinya sendiri tapi bagi orang lain, mengambil tanggung jawab untuk keseluruhan. Tentu, tak seorang pun beranggapan bahwa tanggung jawab ini semata-mata merupakan ketaatan pada kesewenang-wenang atau suatu khayalan bahwa dirinya saja yang mampu membawa seluruh masalah Majelis di pundaknya sendiri. Tapi ia masuk dalam Kristus untuk berbagi kerja dan persembahan Kristus yang utuh. Untuk inilah ia harus mengorbankan pribadinya yang palsu dan menyangkal diri sendiri. Secara paradoks, buah kemenangan dari kurbannya adalah kemenangannya atas keegoisannya (atau kekurang-dewasaannya) sehingga dia dapat menemukan dirinya yang terdalam di dalam Kristus.
Melakukan Sabda Tuhan
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu yang melanggar perintah Allah!”
Jadi, setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Lalu turunlah hujan dan datanglah banjir, dan angin bertiup melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Namun, setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Lalu turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin bertiup melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan besarlah kerusakannya.”
(Matius 7:21-27)
Doa
Ya Tuhan, berilah aku rahmat-Mu untuk mengubah keterbatasan dan kepribadianku sehingga aku dapat menjadi seorang Kristiani dewasa yang bertanggung jawab atas semua yang telah Engkau berikan kepadaku dalam Kristus. Engkau telah memanggilku pada politik yang memperjuangkan keadilan, persamaan untuk semua, masyarakat. Biarkan aku mengambil tempatku di antara mereka yang peduli dan melakukan keadilan untuk orang yang miskin, yang dicabut hak pilihnya, dan semua yang dipinggirkan oleh masyarakat yang menyembah berhala-berhala dan bukannya Bapa dari segala dan untuk segala.
Jurnal Prapaskah
Apakah kamu ‘dewasa di dalam Kristus’? Sudahkah kamu mengambil tanggung jawab di dalam komunitas imanmu?