Hari ke-23


Kamis Pekan III Prapaskah


 

Kristus telah menebus waktu

Liturgi memiliki kesamaan dengan kita, setiap hari mengalami waktu: matahari terbit, siang hari, matahari terbenam; musim semi, musim panas, musim gugur, musim dingin.  Tidak ada alasan bagi Gereja dalam doanya untuk melakukan hal lainnya “dengan waktu,” karena alasan nyata bahwa Gereja tidak bertentangan dengan waktu.  Gereja tidak berjuang melawan waktu.  Orang Kristiani tidak, atau setidaknya tidak perlu, menganggap waktu sebagai musuh.  Waktu tidak merugikan orang Kristiani , waktu tidak menghalangi orang Kristiani dan apa pun yang diinginkannya.  Waktu tidak merampas dari orang Kristiani, apa pun yang dihargainya.

Secara mendasar, orang Kristiani berdamai dengan waktu karena dia berdamai dengan Allah.  Dia tidak perlu lagi takut dan tidak percaya dengan waktu, karena dia mengerti bahwa waktu dengan tidak digunakan oleh “takdir” yang menentukan hidupnya, yang dia sendiri tidak pernah dapat mengetahuinya, dan untuk itu dia tidak dapat mempersiapkan diri secara memadai.  Sekarang saatnya telah tiba untuk menerima kebebasan manusia.  Ketika manusia tidak bebas dari dosa, maka waktu menjadi musuhnya karena setiap saat adalah ancaman atau kehancuran: setiap saat mungkin merupakan saat di mana ketidaknyataan terjadi seperti yang telah dipilih manusia, dengan berdosa, yang dibawa berhadapan muka dengan teguran yang dahsyat dan terbukti merupakan buah dari perbudakan, penolakan terhadap kebebasan, penyerahan diri pada keteguhan hati oleh kekuatan-kekuatan yang lebih rendah dari manusia.


 

Oleh karena itu, jangan khawatir

“Karena itu, Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir tentang hidupmu, mengenai apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir tentang tubuhmu, mengenai apa yang hendak kamu pakai.  Bukanlah hidup itu lebih daripada makanan dan tubuh itu lebih daripada pakaian?  Pandanglah burung-burung di udara, yang tidak menabur, tidak menuai, dan tidak mengumpulkan dalam lumbung, namun Bapamu yang di surga memberi mereka makan.  Bukankah kamu jauh lebih berharga daripada burung-burung itu?  Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambah sehasta saja pada jalan hidupnya?  Mengapa kamu khawatir mengenai pakaian?  Perhatikanlah bunga bakung di lading, bagaimana mereka tumbuh: Mereka tidak bekerja keras dan tidak memintal.  Namun, Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.  

Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, demikian didandani Allah, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?  Karena itu, janganlah khawatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan?  Apakah yang akan kami minum?  Apakah yang akan kami pakai?  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, padahal Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu.  Tetapi, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, dan semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.  Karena itu, janganlah khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai kekhawatirannya sendiri.  Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

(Matius 6:25-34)


 

Doa

Semoga setiap hari aku hidup dengan menjadi “penerimaan” waktu bagiku, waktu untuk menerima berkat harian dan waktu untuk menrima tantangan dalam mendengarkan dan melaksanakan Sabda-Mu.  Waktu ada di pihakku, Tuhan, karena penggenapan Sabda Bapa-Mu pada zaman kami.


 

Jurnal Prapaskah

Apa yang kamu lakukan dengan “waktu” hari ini?  Melawannya? Kehilangannya?  Menyimpannya?  Menghabiskannya?  Menikmatinya?