Jumat Pekan III Prapaskah
Kebebasan Pilihan Kristiani
Ketika manusia memperoleh kembali, di dalam Kristus, kebebasan anak-anak Allah, ia hidup dalam waktu yang tidak ditentukan sebelumnya, karena rahmat akan selalu melindungi kebebasannya melawan tirani kejahatan. Kemudian orang Kristiani tahu bahwa waktu tidak menggumamkan ancaman implisit berupa perbudakan dan kehancuran akhir. Sebaliknya waktu memberi cakupan bagi kebebasannya dan hidupnya. Waktu memberi kebebasan untuk bersyukur dan mempersembahkan pujian yang merupakan ungkapan penuh dari keputraan Kristiani dalam Roh. Dengan kata lain, waktu tidak membatasi kebebasan, tetapi memberi cakupan untuk pelaksanaannya dan pilihannya. Maka waktu bagi umat Kristiani menjadi ruang spontanitasnya, sebuah anugerah sakramental yang di dalamnya ia dapat membiarkan kebebasannya diwujudkan dalam kegembiraan, dalam pilihan kreatif yang selalu diberkati dengan kesadaran penuh bahwa Allah menginginkan anak-anak-Nya menjadi bebas.
Kebebasan untuk kembali kepada Tuhan
Kembalilah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tersandung karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata ini, dan kembalilah kepada TUHAN; katakanlah kepada-Nya, “Ampunilah segala kesalahan, dan terimalah yang baik. Sebagai ganti lembu, kami akan mempersembahkan pengakuan kami. Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak akan menunggang kuda; dan kami tidak akan lagi mengatakan: ‘Allah kami’ kepada buatan tangan kami. Sebab, pada-Mu anak yatim memperoleh kasih sayang. Aku akan memulihkan mereka dari kemurtadan; Aku akan mengasihi mereka karena Aku menghendakinya, sebab murka-Ku telah surut dari mereka.
(Hosea 14:2-5)
Doa
Tuhan, aku mempersembahkan kepada-Mu, anugerah kepenuhan hidup ini dalam waktu yang sekarang aku alami dalam kesatuan dengan-Mu. Bantulah aku untuk membebaskan waktu bagi orang lain. Bantulah aku untuk melepaskan beban stres mereka. Dengan rahmat-Mu, biarlah aku menjadi alat bagi panggilan-Mu akan kebebasan dan kreativitas dalam kehidupan semua orang yang telah Engkau tebus. Biarlah mereka mendengar panggilan-Mu pada satu-satunya kebebasan yang penting: memilih mengikuti Engkau.
Jurnal Prapaskah
Kamu ingin dibebaskan dari apa? Apa yang akan kamu lakukan jika kamu melakukannya? Apa yang menghalangi kamu melakukan apa yang kamu inginkan secara bebas?