Hari ke-25


Sabtu Pekan III Prapaskah


 

Waktu adalah sarana keselamatan kita

Penebusan adalah… kenyataan yang selalu hadir, hidup, dan berguna, meresap ke kedalaman diri kita yang paling dalam berkat karya penyelamatan dan misteri iman.  Penebusan adalah Kristus sendiri, “yang dari Allah telah menjadi hikmat dan keadilan dan pengudusan dan penebusan bagi kita.” (1Kor. 1:30) hidup dan membagikan hidup Ilahi-Nya kepada para pilihan-Nya.  Ditebus bukan hanya diampuni dosa di hadapan Allah, tetapi juga hidup dalam Kristus, dilahirkan kembali dari air dan Roh Kudus, menjadi ciptaan baru dalam Dia, untuk hidup dalam Roh.

Mengatakan bahwa penebusan adalah kenyataan spiritual yang selalu hadir adalah mengatakan bahwa Kritus telah memanfaatkan waktu dan menguduskannya, memberinya karakter sakramental, menjadikannya tanda yang bermanfaat akan kesatuan kita dengan Allah di dalam Dia.  Jadi “waktu” adalah sarana yang menjadikan kenyatan penebusan hadir kepada semua manusia.


 

Pembaruan dalam waktu: dilahirkan kembali

Bersihkanlah aku dari dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih daripada salju!  Biarlah aku mendengar kegembiraan dan sukacita, biarlah tulang-tulang yang telah Kauremukkan bersorak-sorai kembali!  Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!  Ciptakanlah hati yang murni padaku, ya Allah, dan perbaruilah batinku dengan roh yang teguh!  Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dariku!  Kembalikanlah kepadaku kegembiraan karna karya keselamatan-Mu, dan topanglah aku dengan roh yang teguh!  Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.  Lepaskanlah aku dari utang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!   Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!

(Mazmur 51:9-17)


 

Doa

Setiap hari dalam hidupku merupakan kesempatan untuk membarui kegembiraanku dalam karya keselamatan di dalam diriku dan komunitas semua manusia yang dengan mereka sekarang aku berbagi waktu.  Datanglah, Roh Kudus, kobarkanlah lagi di dalam diriku lagi hari ini api cinta kasih-Mu.


 

Jurnal Prapaskah

Dengan siapakah kamu paling “berbagi waktu”?  Dengan siapakah kamu lebih berbagi waktu?