Menyambut Kedatangan Tuhan

 

Suatu hari, St. Basilius Agung berkata kepada sahabatnya: “Jika kamu mengasihiku, bicaralah kepadaku dan jika kamu tidak punya sepatah kata pun untuk dikatakan kepadaku, tetap katakan saja kepadaku bahwa kamu tidak punya apa-apa untuk disampaikan kepadaku, tapi bicaralah.” Kiranya ungkapan isi hati St. Basilius ini sungguh mampu mengutarakan kerinduan kita. Bukankah setiap pribadi menantikan pernyataan sabda Tuhan dalam hidupnya? Mungkin kita tidak mampu mendengarkan dengan jelas firman yang dinyatakan kepada kita. Kita kerap berdalih bahwa kita hanyalah orang biasa, bukan seorang nabi. Sungguhkah demikian? Bukankah sebaliknya, setiap orang adalah penyambung lidah Tuhan, perpanjangan tangan kasih-Nya bagi semua ciptaan. Sesungguhnya, Tuhan bersabda kepada kita melalui kenyataan, sesama dan inspirasi Roh Kudus dalam hati maupun pikiran. Tak jarang Ia pun bersabda melalui kesalahan atau kedosaan kita karena satu-satunya alasan dan tujuan dari setiap kesalahan atau dosa adalah untuk meluaskan hati kita.

Lalu bagaimana kita mendengarkan Sabda Tuhan selama masa Adven ini?  bagaimana kita  menghidupi masa Adven yang berarti kedatangan Tuhan? Dengan bangun dari tidur, begitu Rasul Paulus memberi jawaban kepada kita. Marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, hidup dengan sopan dan mengenakan Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.

Tindakan konkret nan sederhana yang bisa kita buat adalah: mengaku dosa. St. Aelredus Abas dalam salah satu khotbahnya tentang masa Adven berkata: “Semua dosa yang kita sembunyikan dalam hidup di ruang pengakuan dosa akan disingkapkan pada hari penghakiman terakhir.” Di sinilah letak tegangan antara kerinduan kita menantikan kedatangan Tuhan, tetapi sekaligus kita takut bahwa kedatangan-Nya justru akan menelanjangi kita.

Tak heran bila penginjil Matius hari ini mendesak kita untuk berjaga-jaga, siap siaga karena kita tidak tahu hari Tuhan datang; Ia datang pada saat yang tidak kita duga. Setiap langkah kecil pengakuan dosa adalah latihan untuk menyambut kedatangan Tuhan agar pada saat film kehidupan kita kelak diputar kembali dan seluruh puzzle kehidupan kita digelar, kita pun dapat berkata bersama St. Basilius: “Bapa, jika Engkau mengasihiku, bicaralah kepadaku.” Dan sebelum kita mampu mengatakannya, Bapa sendirilah yang lebih dahulu bicara kepada kita: “Anak-Ku, Kupanggil engkau dengan namamu, bicaralah kepada-Ku karena Aku mengasihimu.”

 

Selamat memasuki masa Adven dengan hati yang siap siaga menantikan kedatangan-Nya.