St. Yosef

Kita kagum akan apa yang diperbuat oleh St. Yosef sesudah ia bermimpi. Sepertinya itu semua dibuat satu persatu dan saling bersusulan dengan ketaatan. St. Yosef adalah seorang yang taat dalam tindakan dan setiap tindakannya memperhatikan kehendak Allah walau ia belum mengerti sepenuhnya. Di saat yang sama ia berusaha menyangkal insting manusiawi yang alami. St. Yosef adalah orang yang dipanggil Allah untuk mencintai, menghormati, mengasuh, dan melindungi Maria dan bayi Yesus. St. Yosef diminta untuk mencintai istrinya-Maria-dalam keperawanan, untuk mengasuh anak Allah tanpa mengharapkan imbalan atas jasanya, untuk mengerahkan seluruh daya upaya dan akal budinya sehingga dengan begitu ia bekerja sama  dalam melahirkan rencana keselamatan Allah. St. Yosef dipanggil Allah untuk memperlihatkan kepada kita kebapaan Allah, selain melayani Putra Allah dan Ibu-Nya tanpa mementingkan dirinya sendiri. Pelayanannya ini sudah menjadi upahnya pula.

Bersama St. Yosef marilah selama masa Adven ini, kita mempersembahkan kesedihan dan kebingungan kita kepada Allah waktu menjalankan kehendak-Nya. Persembahan ini akan mengundang kedatangan Allah untuk menganugerahkan rahmat-Nya yang dapat menolong kita saat menjalankan kehendak-Nya. Ketekunan  tanpa pemberontakan dalam “kegelapan” karena tidak tahu, malah mengundang kedatangan terang Allah yang akan menyembuhkan kita. St. Yosef tidak lagi pikir dengan logika manusia, sehingga ia menerima perintah Allah dengan gembira meski tidak mengertinya sekalipun. Allah menolong dan menyertai St. Yosef dan kita.

 

Masa Adven adalah saat untuk mengerahkan semua daya kita sepenuhnya dengan tenang. Maka marilah bersama St. Yosef dalam masa Adven ini,  kita  berdoa, membaca Kitab Suci dengan tekun, bersikap lembut dan jelas dalam keputusan-keputusan kita dengan melandasi pemikiran dan tindakan kita penuh iman dan percaya kepada Allah. Dan ketika kita menantikan Allah dengan segenap daya manusiawi kita, maka Allah akan mengejutkan kita dengan kepenuhan keajaiban-Nya. Jika kita berusaha sebaik-baiknya dalam ketenangan  iman seperti St. Yosef, maka Allah sendirilah yang akan menyelamatkan kita.